Showing posts with label PERNAK-PERNIK. Show all posts
Showing posts with label PERNAK-PERNIK. Show all posts

Wednesday, 14 March 2012

PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DAN “JARKONI”


Perang melawan koruptor sekarang ini dianggap belum menampakan hasil yang signifikan. Buktinya, bukannya berkurang malah semakin hari semakin terkuak perilaku korup petinggi negeri ini. Yang lebih mengherankan pelaku tidak lagi generasi tua yang dianggap pro status quo terhadap sistem yang cenderung korup namun juga  generasi muda yang terjun sebagai seorang birokrat maupun politikus.
Generasi muda yang diharapkan mampu menjadi pendobrak sistem birokrasi dan politik yang korup, justru terjebak dalam kubangan sistem tersebut. Begitu dahsyatnyakah sistem yang dibangun oleh para koruptor sehingga  generasi muda yang masuk dalam sisitem tersebut sulit untuk melakukakan perubahan.Tampaknya godaan materi yang begitu besar dan keinginan melanggengkan kekuasaan menjadikan mereka buta hati lupa akan tugas mulia.Bahkan saat ini ditengarai muncul generasi baru koruptor yang sistemik dengan cara kerja yang lebih canggih.

Wednesday, 19 October 2011

ANAK SAYA DIBERI NAMA ” GARENG”


Wayang Bang Rhoma Irama, "Terlalu!"
      Malam  itu anak saya meminta tanda tangan hasil ulangan tengah semester tengah semester yang  telah dilaksanakan. Saya kemudian melihat lembar demi lembar hasil ulangan  tersebut. Lega rasanya setelah melihat nilai yang dicapai. Lumayan, tidak terlalu mengecewakan, mengingat anak saya paling susah kalau diminta belajar. Dengan semangat saya tanda tangani lembar hasil ulangan. Namun saya agak kaget ketika akan menandatangani pada sebuah lembar hasil ulangan . Lho kok bisa ?. Ya bisa, lha wong pada lembar tersebut pada isian nama tertulis kata “gareng”.Tulisan itu menggunakan tinta merah dan terlihat rapi, pasti tulisan guru anak saya, demikian batin saya menebak. Saya tanyakan kepada anak saya , apakah lembar ulangan  tersebut miliknya . Anak saya mengiyakan, katanya karena lupa menulis nama maka sang guru menulis “gareng” pada isian nama.Benar kan?. Tampaknya anak saya tidak keberatan, dan menganggap itu sebagai bentuk hukuman atas kelalaian menulis nama. Namun demikian dalam hati saya agak sedikit dongkol. Masak nama anak saya yang diberikan dengan kenduri, bahkan menyembelih dua ekor kambing diganti dengan nama “Gareng” tanpa tumpeng tanpa bubur merah lagi. Gareng adalah tokoh punakawan berhidung bulat besar, tubuhnya pendek, tangannya “ceko”  kalau jalan miring  mirip kepiting. Asem tenan!. “ Aja Nesu ! “, ledek istri saya melihat wajah saya terlihat sewot. Padahal kalimat tersebut biasanya sering saya ucapkan untuk meredam kesewotan istri saya, sekarang malah berbalik. Hm, gantian ni ye !.  Dan sebagai bentuk protes ketidaksetujuan atas peng”Gareng”an nama anak saya, lembar ulangan tersebut tidak saya tanda tangani. Titik !!!.

Sunday, 21 August 2011

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SAJA TIDAK CUKUP



Berbeda tetapi tetap satu juga
Mengejutkan, itulah kata yang paling tepat terkait kerusuhan yang terjadi di Inggris. Kerusuhan pecah awal agustus lalu melanda di koat London, Birmingham, Liverpool, Bristol, Nottingham dan Manchester. Para perusuh di samping melakukan pengrusakan terhadap fasilitas umum dan menyerang aparat kepolisian, mereka juga melakukan penjarahan di pertokoan-pertokoan.
Kerusuhan itu sendiri dipicu oleh tewasnya warga keturunan Afro-Karibia, Mark Duggan(29) yang tertembak oleh polisi unit khusus yang umumnya berkulit putih saat sedang melakukan razia senjata illegal di kawasan Tottengham, London. 

Monday, 15 August 2011

JENDRAL SUDIRMAN AWALNYA SEORANG GURU

Tentu saja nama Jendral Soedirman tidak asing bagi kita semua. Jendral yang dinobatkan sebagai sebagai “ Bapak Tentara Indonesia” ini terkenal kegigihannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.  Sosok yang terkenal dengan penampilan berjubah panjang ini memimpin pasukannya bergerilya meskipun dalam kondisi sakit dengan ditandu oleh anak buahnya.
Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa sebelum menjadi seorang tentara beliau pada awalnya adalah seorang guru. Lahir di desa Bodas Karangjati Rembang, Purbalingga Pada tanggal 24 Januari 1916. Jendral Soedirman terkenal dengan pembawaannya yang kalem dan tidak terlihat ambisius membuat beliau sebagai figur alternatif seorang panglima tertinggi. Satu lagi yang menjadi ciri khas beliau yaitu sosok yang hemat bicara sehingga jarang terdengar pidatonya yang berapi-api, namun beberapa penggalan kata-katanya justru sulit untuk dilupakan.

Sunday, 10 July 2011

RESENTRALISASI GURU


 Resentralisasi Semoga Guru Tidak Teralienasi
Setelah desentralisasi pendidikan dijalankan beberapa tahun tampaknya pemerintah merasa perlu melakukan evaluasi. Desentraliasi pendidikan sendiri bentuk implementasi Undang-Undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Dalam peraturan perundang-undangan disebutkan semua urusan negara diserahakan negara kecuali enam perkara, yakni keuangan, pengadilan , kehakiman, luar negeri, agama dan pertahanan kemanan.  

Friday, 17 June 2011

JUJUR AJUR

 Ibu akan berusaha menanamkan nilai kejujuran kepada anaknya
Jujur  ajur atau jujur hancur adalah istilah jawa untuk mengungkapkan orang yang bersikap jujur tetapi malah mendapat kemalangan. Istilah jujur ajur mungkin tepat disandang oleh Siami. Siami seorang ibu yang berprofesi sebagai  seoang penjahit terpaksa terusir dari tempat tinggal beserta keluarga. Kejujuran yang diungkapkan Siami tentang “contek berjamaah” di SD tempat putranya belajar berbuah Suami terusirn  dari tempat tinggal, kelurahan Gadel, kecamatan Tandes, Surabaya.

Saturday, 11 June 2011

AH YANG LAINNYA JUGA BEGITU !

Ada  yang mau  meniru kelakuan binatang ini ?
  Seorang Ayah yang membawa keluarganya jalan-jalan naik mobil begitu melihat lampu merah baru menyala langsung tancap gas lewat begitu saja. Melihat tindakan ayahnya sang anak langsung menegur , "lho, lampu merah kok jalan terus yah ". Mendengar teguran anaknya si ayah menjawab dengan santainya, "Ah, yang lainnya juga begitu ! ". Sambil berucap demikian sia Ayah menunjuk beberapa pengendara motor dan sepeda yang juga melanggar lampu merah. Mendengar jawaban Ayahnya Anak tersebut hanya mengangguk-angguk dan bergumam, "Oooh ... ".Selanjutnya Ibu si anak dengan santainya membuang bungkus makanan dari  sela  jendela mobil. Melihat kejadian itu si Anak menegur ibunya untuk tidak membuang samapah di sembarang temapat. Dengan tenang si Ibu menjawab " Ah, yang lainnya juga begitu ", sambil menunjuk banyaknya samaph berserakan di tengah jalan. Kembali si Anak bergumam " Oooh ... ".

Saturday, 14 May 2011

SUMMER SCHOOL MENENTANG ARUS SEKOLAH MAINSTREAM

Gedung Summerhill  School
Pernahkah anda membayangkan ada sekolah dimana para siswanya dibebaskan untuk belajar atau mangkir dari pelajaran sekolah. Sekolah yang membebaskan memangil guru-gurunya tanap sebutan Pak atau Bu.  Sebuah sekolah yang tidak begitu mempedulikan ketertiban atau pembentukan karakter  dan sopan santun siswa .Siswa diperbolehkan saling mencaci maki  antar taman. Jika anda berpikir bahwa sekolah model tersebut tidak ada maka anda keliru. Sekolah tersebut adalah sekolah bebas yang bernama Summerhil School.

Friday, 6 May 2011

SUSAHNYA BERSIKAP ADIL KEPADA SISWA

Ruang kelas bagi seorang guru adalah bak  wilayah kekuasaan . Di dalam ruang kelas seorang guru menentukan bagaimana suasana kelas yang ada. Tidak jarang guru terjebak pada situasi dimana ia merasa sebagai pemegang otoritas kebenaran. Munculnya sikap otoriter pada guru berakibat pada kurangnya interospeksi diri. Dari sikap otoriter yang dikembangkan melahirkan sikap-sikap tidak adil terhadap siswa.

Friday, 29 April 2011

MERAIH KEBAHAGIAAN DENGAN MENGAJAR

Kebahagiaan  timbul  saat larut dalam suasana pembelajaran
Jika ditanya apa tujuan hidup kita hampir dipastikan banyak mengatakan untuk mencari kebahagaiaan.Meskipun definisi kebahagiaan itu sendiri masih beragam antar satu orang dengan yang lain.Ada yang mengatakan bahagia jika mempunyai uang melimpah, atau mempunyai kekuasaan.Namun terbukti materi dan keuasaan bukan jaminan seorang dapat mencapai kebahagiaan.Eksistensi kebahagiaan sering dipertanyakan. Jangan-jangan  kebahagiaan itu sebuah kondisi ideal  yang sebenarnya tidak mungkin dicapai atau sesatu yang hanya dapat didekati. Meskipun demikian orang mengatakan bahagaia ketika ia dalam kondisi lebih senang, riang, dan puas terhadap sesuatu yang diraihnya.Momen-momen seperti itulah yang tampaknya selalu diusahakan untuk dapat diraih oleh setiap orang.

Tuesday, 22 March 2011

REVITALISASI PENDIDIKAN TOLERANSI

Kerukunan intern umat beragama

Awal tahun 2011 ini kehidupan berbangsa dan bernegara kita dinodai dengan aksi kekerasan yang bernuansa SARA. Di awali dengan peristiwa penyerangan rumah warga Ahmadiyah di Cikeusik Pandeglang Banten yang berujung pada tewasnya tiga warga Ahmadiyah. Selang satu hari berikutnya  di Temanggung , terjadi peristiwa pengrusakan beberapa rumah ibadah oleh massa yang tidak puas atas putusan hakim terhadap terdakwa kasus penodaan agama . Dan yang terakhir teror bom yang bernuansa ideologi agama. Tentu saja kejadian ini sangat kita sesalkan.

Sunday, 27 February 2011

MASYARAKAT TANPA SEKOLAH

                  Bagi kaum Humanis Romantik, pendidikan mempunyai makna yang luas.Pendidikan adalah segala situasi dalam hidup yang mempengaruhi pertumbuhan seseorang.Pendidikan adalah pengalaman belajar. Dalam hal ini pendidikan didefinisikan sebagai seluruh pengalaman belajar setiap orang sepanjang hidupnya.Dalam pengertian yang maha luas, pendidikan berlangsung tidak dalam batas usia tertentu, tetapi berlangsung seumur hidup.

Sunday, 6 February 2011

SEKOLAH ADALAH SESAT ?

        Saat membuka halaman demi halaman buku yang berjudul “ BELAJAR GOBLOK DARI BOB SADINO “ , tulisan Dodi Mawardi, penulis menemukan sebuah tulisan yang memuat  pendapat Bob Sadino bahwa sekolah adalah sesat. Bagi beliau sekolah justru mencetak manusia-manusia yang penakut, kurang berani mengambil resiko. Sekolah mencetak para lulusan yang cenderung berpikir formal,terlalu banyak berteori kurang praktek. Sekolah dianggap mengajarkan peserta didik untuk cenderung  mengambil resiko yang paling kecil. Padahal dengan mengambil resiko yang kecil justru akan menjauhkan dari kesuksesan.
                Bagi Bob Hasan sekolah yang sebenarnya adalah sekolah di  “jalanan”  sebutan untuk   

Friday, 28 January 2011

ANTARA GURU OTORITER DAN GURU DEMOKRATIS

        Dalam menjalankan tugasnya guru mempunyai style atau gaya yang berbeda-beda.Gaya seorang guru dipengaruhi oleh karakter guru yang terbentuk dari pengalamn hidup yang ia alami. Tidak jarang guru dalam mengajar terpengaruh oleh gaya mengajar guru saat yang bersangkutan duduk di bangku sekolah. Bahkan tak jarang dari ungkapan, hardikan atau gaya berpakainpun sering terpengaruh oleh  guru idolanya. Hal ini tidak menjadi masalah jika guru yang ditiru adalah guru dengan karakter mengajar positif namun jika guru yan dijadikan model peniruan adalah guru dengan karakter negatif tentunya sangat merugikan peserta didik.
          

Monday, 27 December 2010

CITEM DAN VIDEO PORNO ARIL

Citem, demikian nama siswi SMP kelas sembilan itu. Ia lebih senang dipanggil dengan nama Cinta, “lebih  gaul, gitu loh!” ujarnya.Sebagai seorang gadis desa yang menuju remaja atau lebih populer dengan istilah ABG, ia  tidak mau kalah dengan para ABG yang ada di kota. Rambutnya yang ikal ia rebonding dan diperpanjang dengan teknik ekstensyen. Sapuan samar cat rambut warna merah membuat Citem alias Cinta semakin terlihat istimewa dibanding teman-teman sebaya di desanya. Sebagai seorang anak  juragan jengkol yang cukup sukses tentunya Citem tidak kesulitan untuk mendapat asesoris yang menunjang penampilannya. Handphone QWERTY multimedia tidak lepas dari genggamannya, sehingga ia dapat dengan rutin mengupdate status di akun facebooknya. Meskipun beberapa kali handphone-nya disita untuk sementara saat razia di sekolah tidak menyurutkan Citem membawa benda kesayangannya itu di sekolah. Berbagai trik untuk menghindari penyitaan HP di sekolahpun sudah ia kuasai, dari disimpan di WC sekolah, dititipkan ke penjaga kantin sampai dengan di simpan di laci meja tempat duduk guru di depan kelas.

Saturday, 27 November 2010

ARTIKEL GURU nDESO MASUK LIMA BESAR TERBAIK di BLOG AGUPENA JATENG

Wednesday, 24 November 2010 (07:13) | 6 views | 0 komentar
http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/hs224.ash2/48974_100001202807715_8067_n.jpg
SURAT KEPUTUSAN KETUA UMUM
ASOSIASI GURU PENULIS INDONESIA (AGUPENA)
WILAYAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2010
Nomor : 00061/Kpts/AGP-Jateng/XI/2010
Tentang
Penetapan 5 (Lima) Karya Tulis Terbaik yang Dimuat di Blog agupenajateng.net
Periode Bulan Nopember 2009-Nopember 2010
Menimbang :
1. bahwa kemampuan menulis guru di Jawa Tengah perlu terus didorong dan diitngkatkan ;
2, bahwa salah satu upaya untuk memotivasi guru di Jawa Tengah untuk aktif menulis perlu diberi penghargaan;
3. bahwa salah satu kegiatan yang mendukung upaya tersebut di atas adalah pemilihan karya tulis terbaik yang diterbitkan di Blog Agupena Jateng pada periode satu tahun terakhir.
Mengingat :
1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Agupena;
2. Program kerja Agupena Jawa Tengah point 21 tentang pemberian penghargaan kepada pengurus dan anggota;
3. Ikut berpartisipasi dalam memperingati Hari Guru Nasional Tanggal 25 Nopember 2010.
Memperhatikan :
Laporan dari Pengelola Blog Agupena Jawa Tengah yang dikoordinasikan oleh Bapak Drs. Sawali, M.Pd tentang usulan 5 (lima) karya tulis terbaik yang diterbitkan di blog Agupena Jateng periode Nopember 2009-Nopember 2010.
Memutuskan
MENETAPKAN :
Pertama : 5 (Lima) karya tulis sebagai kategori Terbaik I, II, III, IV dan V yang telah diterbitkan di Blog Agupena Jawa Tengah periode Nopember 2009-Nopember 2010 sesuai dengan yang disebutkan pada lampiran surat keputusan ini.
Kedua : memberikan penghargaan berupa PIAGAM kepada para penulis yang karyanya terpilih sebagai karya tulis terbaik sesuai dengan yang disebutkan pada lampiran surat keputusan ini.
Ketiga : keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan tidak dapat diganggu gugat oleh pihak manapun.
Diputuskan di : Banyumas
Pada tanggal : 24 Nopember 2010
KETUA UMUM
DENI KURNIAWAN AS’ARI
Tembusan :
1. Ketua Umum Agupena Pusat (sebagai laporan);
2. Dewan Penasehat Agupena Jawa Tengah;
3. Dewan Pembina Agupena Jawa Tengah;
4. Para Ketua Agupena Cabang se-Jawa Tengah
5. Ybs;
6. Arsip
Lampiran Surat Keputusan Ketua Umum Agupena Jawa Tengah
Nomor : 00061/Kpts/AGP-Jateng/XI/2010
Tanggal : 24 Nopember 2010
Tentang : Penetapan 5 (Lima) karya tulis terbaik di Blog Agupena Jateng 2010
Daftar 5 (Lima) Karya Tulis Terbaik
TERBAIK I
Judul : Integritas Dunia Pendidikan Kita
Terbit : Tanggal 31 Oktober 2010 (http://agupenajateng.net/2010/10/31/integritas-dunia-pendidikan-kita/)
Penulis : Ari Kristianawati, S.Pd. (Guru SMA N 1 Sragen, Jawa Tengah)
Tulisan ini secara kritis membidik tentang kondisi carut-marut dunia pendidikan kita yang beraroma korup dan tidak adil, sehingga gagal memberikan pencerahan dan pencerdasan kepada seluruh anak bangsa. Mahalnya biaya pendidikan telah membuat banyak anak-anak bertalenta hebat dari kalangan masyarakat miskin gagal mendapatkan akses pendidikan yang layak. Dalam kondisi demikian, tegas sang penulis, perlu ada upaya serius untuk membangun kembali integritas moral dunia pendidikan dengan menghapus anasir korupsi, liberalisasi, fundamentalisme parsial, serta feodalisme. Dunia pendidikan yang maju adalah yang melahirkan generasi cerdas dan bermoral.***
TERBAIK II
Judul : GURU, WALI BANGSA YANG SERING TERABAIKAN
Terbit : 29 Agustus 2010 (http://agupenajateng.net/2010/08/29/2284)
Penulis : Diyono Adhi Budiyono, S.Pd . (Guru SMA 3 Muhammadiyah Watukelir)
Tulisan ini berupaya mengkritisi sikap pemerintah yang lamban dalam merespon UU Guru dan Dosen dan PP tentang sertifikasi guru. Keterlambatan pemerintah dalam memberikan tunjangan profesi kepada guru yang telah mendapatkan sertifikat pendidik mengindikasikan bahwa hak guru hingga kini masih banyak diabaikan. Padahal, gurulah yang berada di garda depan dan telah memiliki jasa besar terhadap kecerdasan dan kemajuan sebuah bangsa. Dengan gaya “satire”, sang penulis mengungkapkan bahwa jika bangsa Indonesia tak ingin mendapatkan predikat sebagai Si Malin Kundang, seorang tokoh “legendaris” yang dinilai telah durhaka kepada ibunya, maka jangan sampai lupa kepada wali bangsanya sendiri, guru yang melahirkan dan membimbing bangsa ini menjadi bangsa yang besar di tengah lalu lintas peradaban dunia.
TERBAIK III
Judul : GURU PROFESIONAL, KEBERADAANNYA SELALU ADA
Terbit : 28 Januari 2010 (http://agupenajateng.net/2010/01/28/guru-profesional-keberadaannya-selalu-ada/)
Penulis : Supandi, s.Pd., M.M. (Guru SMP N 2 Binangun,  Cilacap)
Tulisan ini secara inspiratif mengajak rekan-rekan sejawat untuk melakukan perubahan mind-set dalam memosisikan dirinya sebagai guru profesional. Sikap dasar yang perlu segera dimiliki oleh para guru, tegas sang penulis, adalah kemauan untuk menggeser paradigma dari old vision (visi lama) ke new vision (visi baru) yang kreatif dan inovatif. Itu artinya, seorang guru profesional harus senantiasa meng-upgrade diri dengan terus berguru dari berbagai sumber ilmu agar mendapatkan asupan “gizi rohaniah” yang tak pernah kering. Dengan cara demikian, guru akan senantiasa tampil kreatif dan inovatif di depan para peserta didik, sehingga bisa memberikan inpirasi buat anak-anak bangsa dalam menggapai masa depannya.
TERBAIK IV
Judul : Daerah Putih, Daerah Abu-Abu, dan Daerah Hitam dalam Pelaksanaan UN
Terbit : 21 April 2010 (http://agupenajateng.net/2010/04/21/daerah-putih-daerah-abu-abu-dan-daerah-hitam-dalam-pelaksanaan-un/)
Penulis : Agus Suwarno, S.Pd (Guru SMP N 2 Baturraden, Banyumas)
Tulisan ini berupaya mengkritisi pelaksanaan UN yang selama ini dinilai belum steril dari berbagai bentuk kecurangan dan ketidakjujuran. Untuk meningkatkan citra dan marwah sekolah, tak jarang para pengambil kebijakan di tingkat lokal menghalalkan segala cara untuk memburu angka-angka UN. Jika situasi seperti itu terus berlanjut, bukan tidak mungkin generasi masa depan negeri ini cenderung akan menjadi “robot zaman” yang miskin nilai kejujuran dan kemandirian. Oleh karena itu, penulis mengusulkan perlu adanya format baru dalam pelaksanaan UN. Jika UN dirasakan penting sebagai upaya pemerintah memetakan kualitas pendidikan di Indonesia dan sebagai dasar pengambilan kebijakan, maka UN diharapkan tidak menjadi momok bagi sekolah khususnya peserta didik. Perlu adanya pemahaman bahwa UN adalah sebuah evaluasi yang memang harus dilalui peserta didik untuk mengetahui layak tidaknya meningkat ke jenjang berikutnya. Peserta didik harus belajar bahwa untuk mencapai cita-cita yang diinginkannya harus melalui belajar, bekerja keras dan yang utama kejujuran. Untuk itu, perlu reward bagi sekolah-sekolah yang berusaha jujur dalam pelaksanaan UN meskipun persentase kelulusan belum memuaskan dan punishman atau hukuman yang keras bagi sekolah yang menggunakan cara-cara haram dalam penyelenggaraan UN. Bahkan jika perlu untuk memunculkan efek jera di umumkan sekolah-sekolah yang dikategorikan sebagai sekolah hitam, yaitu sekolah dengan tingkat kecurangan 90-100 %.
TERBAIK V
Judul : Tantangan Penelitian Tindakan Kelas
Terbit : 23 Juli 2010 (http://agupenajateng.net/2010/07/23/tantangan-penelitian-tindakan-kelas/)
Penulis : ROTO, S.Pd. (Guru SMP N 1 Sumowono, Semarang)
Tulisan ini berupaya mengajak rekan-rekan sejawat untuk menjadi guru peneliti melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Secara akademis, kata sang penulis, PTK mempunyai tujuan yang teramat mulia yaitu mengatasi problem yang ada di kelasnya. Siapa pun pelaku guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pasti tidak lepas dari problem menjabarkan pokok materi di kelasnya. Secara padat dan ringkas, penulis memaparkan beberapa strategi praktis yang bisa ditempuh oleh para guru dalam mendesain dan melaksanakan PTK. Ya, ya, sebuah tulisan yang layak dibaca di tengah fenomena “rabun meneliti” yang dinilai masih sering hinggap di kalangan guru. ***

Monday, 22 November 2010

27 KESALAHAN YANG LAZIM DILAKUKAN GURU

Sebagai seorang guru tentu kita pernah mengalami betapa kita merasa  kurang persiapan saat mengajar. Mungkin juga kita saat  menunjuk seorang siswa dengan  menyebut dengan kata “ kamu” karena kita tidak mengetahui nama siswa tersebut. Bahkan dalam kegiatan belajar mengajar tidak jarang sebagai guru kita terjebak dalam kondisi emosional sehingga tanpa disadari kita mengeluarkan teriakan-teriakan yang bernada sarkasme kepada siswa, atau dengan dengan menggunakan bahasa humor kita mempermalukan siswa di depan teman-temannya.

Friday, 12 November 2010

KETIKA NARIWEN INGIN MENJADI DOKTER

Salah satu kebiasaan saya pada awal pertemuan di kelas tujuh pada kegiatan Masa Orientasi Siswa  (MOS ) adalah mengajak para siswa untuk berani bermimpi. Dengan menanyakan satu per satu kepada siswa tentang keinginan, cita-cita, dan harapan  mereka kelak.Bagi saya keberanian untuk bermimpi tentang cita-cita dan harapan kelak mereka dewasa nanti sangatlah penting. Dengan mempunyai mimpi tentang masa depannya siswa akan lebih termotivasi untuk belajar lebih antusias. Sebaliknya siswa yang ke sekolah tanpa harapan dan cita-cita masa depannya akan datang ke sekolah tanpa arah yang jelas berpotensi menjadi siswa yang mudah goyah untuk melakukan hal-hal yang merugikan masa depannya.

Tuesday, 12 October 2010

PERLUKAH GURU MEMAHAMI FILOSOFI PENDIDIKAN ?

Guru harus selalu merenungi hakekat
mengapa Ia Mengajar 
Pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini muncul saat penulis membaca buku yang berjudul “ PENDIDIKAN NASIONAL STRATEGI DAN TRAGEDI “,buku yang ditulis oleh begawan pendidikan Indonesia, Prof.Dr.Winarno Surkhmad, MSc.Ed . Buku dengan sampul biru muda dengan ketebalan 496 halaman ini sebenarnya cukup menarik untuk dibaca secara menyeluruh. Berhubung buku ini penulis pinjam dari perpustakaan kabupaten yang masa pinjamnya Cuma tujuh hari maka rasanya tidak cukup waktu untuk mebaca seluruh halaman. Maklum orang sibuk.Wheleeh!!. Maka dengan gaya membaca “skipping”  alias loncat-loncat penulis berusaha menikmati buku ini. Sebenarnya penulis merasa kurang “nyandak” ilmunya untuk membaca buku ini, mengingat buku ini sebagian besar merupakan kumpulan makalah profesor yang disajikan untuk para dosen yang ilmunya sudah “sundul langit”, sementara penulis sendiri ilmunya masih “sundul lawang”,  maklum guru ndeso. Didorong oleh keinginan untuk tambah pengetahuan yang tidak hanya sebatas pagar halaman sekolah, maka sayapun nekat meminjam buku ini untuk dibaca “sak nyandak’e” pikiran saya.

Saturday, 9 October 2010

WELAS TANPA ALIS

Kasih Ibu tiada Batas
Pada suatu pagi seorang pria yang sedang berjalan-jalan di kebunnya melihat sebuah kepompong yang sedang bergerak-gerak di ujung ranting pohon. Sang pria menjadi penasaran menanti apa yang akan terjadi dengan kepompong tadi. Selang beberapa saat, kepompong  membuka sedikit, tampak calon kupu-kupu yang akan berusaha keluar dari kungkungan kulit kepompong.Tampaknya sang calon kupu-kupu bersusah payah keluar dari  kepompong. Melihat  calon kupu-kupu tampak kesusahan saat berusaha keluar dari kepompong, terbit rasa iba di hati pria tersebut. Kemudian ia masuk ke rumah untuk mengambil gunting. Dengan menggunakan gunting  ia membuka kulit kepompong agar calon kupu dapat keluar dengan mudah. Dengan bantuan sang pria kupu-kupu tersebut dengan mudah keluar dari kepompong. Tapi apa yang terjadi, kupu-kupu tersebut terjatuh di tanah dan kelihatan lemah untuk menggerakkan sayap-sayapnya yang masih lengket oleh lendir. Berulang-ulang si  kupu-kupu berusaha menggerak-gerakkan sayapnya, namun usahanya sia-sia belaka. Akhirnya si kupu-kupu itupun tinggal menunggu waktu untuk menjemput kematiannya. Sang pria pun menyesal karena niat baik yang ia lakukan kepada kupu-kupu tersebut justru membuat sang kupu-kupu  gagal menjadi kupu-kupu dewasa dan mati sia-sia.