Gadget

This content isn't available over encrypted connections yet.

Saturday, 14 May 2011

SUMMER SCHOOL MENENTANG ARUS SEKOLAH MAINSTREAM

Gedung Summerhill  School
Pernahkah anda membayangkan ada sekolah dimana para siswanya dibebaskan untuk belajar atau mangkir dari pelajaran sekolah. Sekolah yang membebaskan memangil guru-gurunya tanap sebutan Pak atau Bu.  Sebuah sekolah yang tidak begitu mempedulikan ketertiban atau pembentukan karakter  dan sopan santun siswa .Siswa diperbolehkan saling mencaci maki  antar taman. Jika anda berpikir bahwa sekolah model tersebut tidak ada maka anda keliru. Sekolah tersebut adalah sekolah bebas yang bernama Summerhil School.

Memberi Ruang Kepada Anak Untuk Berekspresi dan Berkreasi
                Summerhill School didirikan pada tahun 1921 oleh Alexander Sutherlan Neill. Sekolah berdiri di sebuah bukit  di lyme Regis, Inggris.Nama Summerhill dipertahankan Neill ketika seoklah pindah ke Lesiton, Inggris. Sekolah ini menjadi terkenal karena kepeloporannya dalam menerapkan kebebasan dan swakelola kepada anak didiknya.
                AS Neill berumur tiga puluh delapan saat bersama-sama beberapa orang mendirikan Summerhill School. Dengan berbekal filosofi hidup radikal Neill mencoba mendobrak tradisi sekolah mainstream yang menurutnya cenderung mengekang kebebasan berkspresi siswa .Neill yang lahir  17  Oktober  1883 ini ingin mendobrak budaya adanya jurang pemisah  antara guru dan siswa yang melanggengkan paternalistik. Menurut dia kondisi tersebut menciptakan sistem otoritas diktator yang membuat anak inferior sepanjang hidup mereka, dan setelah dewasa cenderung meniru model yang ia rasakan dalam sekolah sebagai otoritas bos.Dengan menciptakan jurang pemisah guru-guru ingin menjadi dewa-dewa kecil yang ditamengi dengan harga diri dengan siswa sebagai penyembahnya.
                Salah satu pendapat Neill yang mungkin kontroversial adalah keberadaan tata tertib dan upaya pembentukan karakter oleh sekolah dilihatnya sebagai upaya pengebirian terhadapa anak. Kritik lainnya adalah sekolah mainsteream cenderung yang mengedapankan kedisiplinan ala militer yang  mengekang anak untuk mengikuti naluri alamiahnya untk  selalu bergerak. ketertibanlah yang membuat anak takut.
                Neill mempunyai visi pendidikan yang dianggap berani. Salah satu visi  yang menjadi dasar mendidik anak adalah, pada dasarnya tidak ada anak yang jahat. Yang ada adalah para orangtua bermasalah,guru-guru bermasalah, dan sekolah-sekolah bermasalah yang semuanya melahirkan anak-anak yang bermasalah.
                Meskipun cukup kontroversial banyak sekolah-sekolah di beberapa negara menjadikan model pola asuh Summerhill school menjadi acuannya .Karya-karya Neill yang menyangkut sekolah bebas terjual laris. Pikiran-pikiran Neill mempengaruh para pembuat kebijakkan sekolah dalam membuat peraturan.
                Hal yang menarik dalam pengelolaan Summerhill School adanya sistem swakelola.  Dalam sistem swakelola ini anak diberi peran penting dalam setiab pembuatan kebijakan sekolah.  Konsep swakelola sendiri mirip konsep pedidikan yang dianut oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Tut wuri Hanyani. Pada prisnip pengeloalaan Summerhill kepala sekolah berusaha berusaha mendorong anak untuk aktif memecahkan maslah yang ada. Dalam proses pemecahan maslah ini anak-anak dibiarkan untuk menikmati proses pendidikan yang ia alami.
                Yang cukup unik dari sekolah ini adalah adanya lembaga ombudsmen dengan anggota-  anggotanya para siswa. Tugas lembaga ini  membantu anak-anak yang merasa diperlakukan tidak adil atau berselish dengan anak lainnya.  Sekolah memberdayakan omdudsmen pada rapt umum untk membantu memecahkan maslah yang ada. Di sisni sekolah berusaha tidak menjadi pemegang otoritas dan peneak hukum di Summerhill.
                Bagaiman kurikulum Summerhil  berjalan ?. Di Summerhill anak-anaka dibebaskan memilih pelajaran-pelajaran yang disukainya. Anak-anak dibebaskan mengikuti pelajar itu boleh juga tidak, kalau perlu bertahun-tahun. sesuka mereka. Jadwal pelajaran tetap dibuat oleh para guru.
                Kelas dibuat berdasarkan kesamaan umur kadang kesamaan bakat.Pengajarn yang dilakukan tidak mengacu pada metode tertentu. Anak dibebaskan mengguanakan caranya dalam memecahkan soal yang dipelajarinya. Di Summerhill yang dipelajari hanya membaca, menulis, matematika, dan alat-alat, tanah liat,olahraga,teater, cat, serta kebebasan.
                Yang cukup aneh bagi sebagian orang adalah siswa dibebaskan tidak mengikuti pelajaran yang tidak disukainya atau bahkan semua pelajaran. Biasanya yang mengambil hak semacam in i adalah anak yang mempunyai masalah terhadap pelajaran atau sistem pembelajaran yang pernah dialaminya. Anak tersebut dibebaskan bermain-main dan berperilaku sewajarnya manusia.Yang penting tdaik mengganggu anak lainnya. Seiring dengan waktu yang ada anak akan mengikuti peljaran sebagaiman anak yang lainnya. Ada anak yang baru mau mengikuti pelajaran setelah setelah tiga tahun di Summerhill. Jadi selama tiga tahun si anak praktis hanya bermain-main saja
                Praktik kebebasan yang digunakan Summerhill dalam mendidik siswanya dipandang sebagai sebuah kegilaan. Sekolah macam apa  yang membiarkan anak didiknya bermain-man sepanjang hari sekehendak hati mereka ?. Bagaimana alumni sekolah itu dapat bersaing dengan anak-anaka sekolah formal yang mempunyai  budaya belajar sejak dini ?. Dan yang lebih mencengangkan sekolah ini tidak mneyelenggarakan tes atau ujian kelas.  Bahkan jika ada tes itu saja sifat hanya sekedar pertanyaan-pertanyaan yang tidak serius.Meskipun demikian anak-anak yang belajar di Summerhill tetap mengikuti ujian yang diselenggarakan pemerintah Tentu saja dengan belajar hanya sesaui kebutuhan saat ujian.
                 Summerhill menurut para siswanya dipandanag sebagai surga pendidikan. Di Summerhill mereka mendapatkan kebebasan, fasilitas yang diinginkan dan komunitas yang tidak mereka dapatkan di sekolah pada umumnya.Tidak heran jika sekolah ini menghasilkan alumni dengan berbagai bidang ketrampilan. Alumni Summerhill banyak yang sukses menjadi insinyur, dokter, dosen, pemusik, koki dan segala macam profesi.
                Jujur saja sebagai guru yang terbiasa  dengan pola pendidikan sekolah mainstream kurang bisa menerima pola didik yang diterapkan di Summerhill  School.Sekolah ini terlalu liberal,radikal, Serba permisif, dengan kurikulum yang mengalir begitu saja.
  Namun demikian saya melihat ada pokok-pokok pikiran pada pola didik Summerhill yang sampai saat ini masih relevan sampai saat ini. Adapun pokok-pokok pikiran tersebut dintaranya :
1. Penerimaan yang sangat terbuka terhadap setiap anak apapun latar belakangnya, tak terkecuali                       anak-anak yang pernah terlibat secara kriminal tanpa membeda-bedakan dengan yang lainnya.
2. Mengedepankan kasih sayang dalam mendidik anak sehingga mereka merasa nyaman saat berada                 di sekolah.
3.Menghindari hukuman dalam melakukan pendidikan terhadap anak khususnya terhadap perilaku                     negatif , apalagi hukuman fisik.
4.Memberi kesempatan setiap siswa untuk memilih pelajaran yang diminati sesuai dengan bakat dan                  minatnya.
5.Mengajarkan sikap toleransi terhadap perbedaan yang ada di lingkungan sekolah.
6.Memberikan ruang kepada anak untuk berekspresi sehingga menjadi anak yang bahagia
7.Menyediakan sarana prasarana yang komplet bagi siswa, dari perpustakaan, laboratorium, ruang                     kesenian, ruang teater, alat musik, hingga lahan ladang. 
       Pokok pikiran positif dari Summerhill tentunya perlu diadopsi namun beberapa pokok pikiran lainnya perlu dipertimbangkan. Ada beberapa pokok pikiran yang bertentangan dengan agama dan budaya timur. Misalanya tentang tidak diajarakannya konsep dosa kepada anak berkaitan dengan perilaku negatif yang dilakukannya. Anak tidak terlalu ditekankan kepada sikap penghormatan terhadap orang yang lebih tua. Sopan santun bukan hal yang utama.
                Ada beberapa sekolah yang mengadopsi pola didik di Summerhill school mesipun tidak semuanya. Di sekolah yang mengadopsi pola didik Summerhill tidak menekankan kepada ketertiban siswa. Sisswa diperekenankan berambut gondrong, pakaian tidak rapi, diperbolehkan merokok di luar lingkungan sekolah. Hubungan guru dan siswa tidak ada jarak bahkan siswa dapat memanggil gurunya dengan menyebut nama.
                Summerhill adalah sekolah yang kontroversial. Keberaniannya menentang arus pola didik sekolah mainstream  dipandang sebagai kegilaan.Namun demikian Summerhill dapat dijadikan referensi bagi perubahan  pola didik yang selama ini dipandang merugikan anak.

Sumber Bacaan : Alexander Sutherland Neill, 2007. Summerhill School .
               









               

2 comments:

  1. Salam kenal pak. Resensi buku yang mencerahkan, untuk sekolah seperti Summer Hill ini pengelolaan kelas harus benar-benar kuat pak ya,he..

    ReplyDelete
  2. Salam balik. Saya sendiri tidak membayangkan betapa repotnya mengurus sekolah dengan konsep liberal semacam ini. Dibutuhkan kedewasaan berpikir dan kesabaran tiada batas. Yang jelas untuk budaya ketimuran sekolah semacam ini akan mendapat tantangan yang keras dari masayrakat, tokoh agama dan para moralis.

    ReplyDelete

Tinggalkan komentar di sini. Apabila komentar membutuhkan suatu jawaban, maka saya akan segera menjawabnya. Terima kasih.