Gadget

This content isn't available over encrypted connections yet.

Wednesday, 20 July 2011

CONTOH LAPORAN PTK


MENINGKATKAN PARTISIPASI  BELAJAR MATEMATIKA  DENGAN
MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING PADA PEMBELAJARAN ARITMETIKA SOSIAL
SISWA KELAS VII  SMP NEGERI 2 BATURRADEN
TAHUN PELAJARAN 2009/2010
Oleh :
AGUS SUWARNO, S. Pd
Guru Matematika
SMP Negeri 2 Baturraden

BAB  I
PENDAHULUAN

siswa melakukan bermain peran sebagaii pedagang dan pembeli 
1.1    Latar Belakang  Masalah
Berbagai usaha pembaharuan guna peningkatan mutu pedidikan di Indonesia telaha banyak dilakukan oleh pemerintah dan pihak-pihak yang berkompeten. Penyempurnaan kurikulum selalu dilakuakn secara berkala, pelatihan dan pendidikan untuk guru ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. Segala upaya yang dilakukan pemerintah tersebut dalam rangka percepatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengejar ketertinggalan dengan negara-negara lain.
Matematika yang diajarkan sekolah khususnya di sekolah di jenjang penddidikan dasar dan menengah mempunyai tujuan diantaranya menumbuhkembangkan kemampuan-kemampuan siswa dan membentuk kepribadian siswa yang berpandu pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adapun kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh siswa adalah kemampuan bernalar, kemampuan memilih strategi yang cocok dengan permasalahan, juga kemampuan menerima mengemukakan suatu informasi secara cermat dan tepat.
Input siswa siswa SMP Negeri 2 Baturraden, relatif rendah. Akibat rendahnya input siswa adalah rendahnya prsetasi belajar siswa khususnya matematika. Dari pengalaman mengajar penulis, rata-rata siswa kelas VII mempunyai bekal pengetahuan matematika relatif rendah, hal ini juga bisa dilihat dari input akademik siswa saat masuk sebagai siswa baru yaitu 5,41  sedang untuk metematika nilai input 5,56.Pada hasil ulangan matematika tengah semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 diperoleh  rata-rata nilai  56,52.
Rendahnya kemampuan matematika di Sekolah Dasar juga berakibat pada rendahnya motivasi belajar siswa terhadap matematika.Akibat dari rendahnya motivasi belajar, prestasi belajar siswa juga menjadi rendah.Dari pengamatan penulis terhadap akitifitas belajar siswa, tampak tidak sedikit siswa yang lebih senang bercanda dengan teman sebangku dibanding memperhatikan guru saat kegiatan belajar berlangsung.Tentu saja jika kondisi ini dibiarkan akan berakibat kurang baik terhadap prestasi belajar siswa. Tampaknya hal ini juga terjadi pada semua mata pelajaran . Berangkat dari kondisi tersebut muncul gagasan sebuah strategi pembelajaran yang diharapkan dapat meminimalisasi permasalahan yang dimaksud.   

Sunday, 10 July 2011

RESENTRALISASI GURU


 Resentralisasi Semoga Guru Tidak Teralienasi
Setelah desentralisasi pendidikan dijalankan beberapa tahun tampaknya pemerintah merasa perlu melakukan evaluasi. Desentraliasi pendidikan sendiri bentuk implementasi Undang-Undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Dalam peraturan perundang-undangan disebutkan semua urusan negara diserahakan negara kecuali enam perkara, yakni keuangan, pengadilan , kehakiman, luar negeri, agama dan pertahanan kemanan.