Gadget

This content isn't available over encrypted connections yet.

Monday, 27 December 2010

CITEM DAN VIDEO PORNO ARIL

Citem, demikian nama siswi SMP kelas sembilan itu. Ia lebih senang dipanggil dengan nama Cinta, “lebih  gaul, gitu loh!” ujarnya.Sebagai seorang gadis desa yang menuju remaja atau lebih populer dengan istilah ABG, ia  tidak mau kalah dengan para ABG yang ada di kota. Rambutnya yang ikal ia rebonding dan diperpanjang dengan teknik ekstensyen. Sapuan samar cat rambut warna merah membuat Citem alias Cinta semakin terlihat istimewa dibanding teman-teman sebaya di desanya. Sebagai seorang anak  juragan jengkol yang cukup sukses tentunya Citem tidak kesulitan untuk mendapat asesoris yang menunjang penampilannya. Handphone QWERTY multimedia tidak lepas dari genggamannya, sehingga ia dapat dengan rutin mengupdate status di akun facebooknya. Meskipun beberapa kali handphone-nya disita untuk sementara saat razia di sekolah tidak menyurutkan Citem membawa benda kesayangannya itu di sekolah. Berbagai trik untuk menghindari penyitaan HP di sekolahpun sudah ia kuasai, dari disimpan di WC sekolah, dititipkan ke penjaga kantin sampai dengan di simpan di laci meja tempat duduk guru di depan kelas.

Saturday, 27 November 2010

ARTIKEL GURU nDESO MASUK LIMA BESAR TERBAIK di BLOG AGUPENA JATENG

Wednesday, 24 November 2010 (07:13) | 6 views | 0 komentar
http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/hs224.ash2/48974_100001202807715_8067_n.jpg
SURAT KEPUTUSAN KETUA UMUM
ASOSIASI GURU PENULIS INDONESIA (AGUPENA)
WILAYAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2010
Nomor : 00061/Kpts/AGP-Jateng/XI/2010
Tentang
Penetapan 5 (Lima) Karya Tulis Terbaik yang Dimuat di Blog agupenajateng.net
Periode Bulan Nopember 2009-Nopember 2010
Menimbang :
1. bahwa kemampuan menulis guru di Jawa Tengah perlu terus didorong dan diitngkatkan ;
2, bahwa salah satu upaya untuk memotivasi guru di Jawa Tengah untuk aktif menulis perlu diberi penghargaan;
3. bahwa salah satu kegiatan yang mendukung upaya tersebut di atas adalah pemilihan karya tulis terbaik yang diterbitkan di Blog Agupena Jateng pada periode satu tahun terakhir.
Mengingat :
1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Agupena;
2. Program kerja Agupena Jawa Tengah point 21 tentang pemberian penghargaan kepada pengurus dan anggota;
3. Ikut berpartisipasi dalam memperingati Hari Guru Nasional Tanggal 25 Nopember 2010.
Memperhatikan :
Laporan dari Pengelola Blog Agupena Jawa Tengah yang dikoordinasikan oleh Bapak Drs. Sawali, M.Pd tentang usulan 5 (lima) karya tulis terbaik yang diterbitkan di blog Agupena Jateng periode Nopember 2009-Nopember 2010.
Memutuskan
MENETAPKAN :
Pertama : 5 (Lima) karya tulis sebagai kategori Terbaik I, II, III, IV dan V yang telah diterbitkan di Blog Agupena Jawa Tengah periode Nopember 2009-Nopember 2010 sesuai dengan yang disebutkan pada lampiran surat keputusan ini.
Kedua : memberikan penghargaan berupa PIAGAM kepada para penulis yang karyanya terpilih sebagai karya tulis terbaik sesuai dengan yang disebutkan pada lampiran surat keputusan ini.
Ketiga : keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan tidak dapat diganggu gugat oleh pihak manapun.
Diputuskan di : Banyumas
Pada tanggal : 24 Nopember 2010
KETUA UMUM
DENI KURNIAWAN AS’ARI
Tembusan :
1. Ketua Umum Agupena Pusat (sebagai laporan);
2. Dewan Penasehat Agupena Jawa Tengah;
3. Dewan Pembina Agupena Jawa Tengah;
4. Para Ketua Agupena Cabang se-Jawa Tengah
5. Ybs;
6. Arsip
Lampiran Surat Keputusan Ketua Umum Agupena Jawa Tengah
Nomor : 00061/Kpts/AGP-Jateng/XI/2010
Tanggal : 24 Nopember 2010
Tentang : Penetapan 5 (Lima) karya tulis terbaik di Blog Agupena Jateng 2010
Daftar 5 (Lima) Karya Tulis Terbaik
TERBAIK I
Judul : Integritas Dunia Pendidikan Kita
Terbit : Tanggal 31 Oktober 2010 (http://agupenajateng.net/2010/10/31/integritas-dunia-pendidikan-kita/)
Penulis : Ari Kristianawati, S.Pd. (Guru SMA N 1 Sragen, Jawa Tengah)
Tulisan ini secara kritis membidik tentang kondisi carut-marut dunia pendidikan kita yang beraroma korup dan tidak adil, sehingga gagal memberikan pencerahan dan pencerdasan kepada seluruh anak bangsa. Mahalnya biaya pendidikan telah membuat banyak anak-anak bertalenta hebat dari kalangan masyarakat miskin gagal mendapatkan akses pendidikan yang layak. Dalam kondisi demikian, tegas sang penulis, perlu ada upaya serius untuk membangun kembali integritas moral dunia pendidikan dengan menghapus anasir korupsi, liberalisasi, fundamentalisme parsial, serta feodalisme. Dunia pendidikan yang maju adalah yang melahirkan generasi cerdas dan bermoral.***
TERBAIK II
Judul : GURU, WALI BANGSA YANG SERING TERABAIKAN
Terbit : 29 Agustus 2010 (http://agupenajateng.net/2010/08/29/2284)
Penulis : Diyono Adhi Budiyono, S.Pd . (Guru SMA 3 Muhammadiyah Watukelir)
Tulisan ini berupaya mengkritisi sikap pemerintah yang lamban dalam merespon UU Guru dan Dosen dan PP tentang sertifikasi guru. Keterlambatan pemerintah dalam memberikan tunjangan profesi kepada guru yang telah mendapatkan sertifikat pendidik mengindikasikan bahwa hak guru hingga kini masih banyak diabaikan. Padahal, gurulah yang berada di garda depan dan telah memiliki jasa besar terhadap kecerdasan dan kemajuan sebuah bangsa. Dengan gaya “satire”, sang penulis mengungkapkan bahwa jika bangsa Indonesia tak ingin mendapatkan predikat sebagai Si Malin Kundang, seorang tokoh “legendaris” yang dinilai telah durhaka kepada ibunya, maka jangan sampai lupa kepada wali bangsanya sendiri, guru yang melahirkan dan membimbing bangsa ini menjadi bangsa yang besar di tengah lalu lintas peradaban dunia.
TERBAIK III
Judul : GURU PROFESIONAL, KEBERADAANNYA SELALU ADA
Terbit : 28 Januari 2010 (http://agupenajateng.net/2010/01/28/guru-profesional-keberadaannya-selalu-ada/)
Penulis : Supandi, s.Pd., M.M. (Guru SMP N 2 Binangun,  Cilacap)
Tulisan ini secara inspiratif mengajak rekan-rekan sejawat untuk melakukan perubahan mind-set dalam memosisikan dirinya sebagai guru profesional. Sikap dasar yang perlu segera dimiliki oleh para guru, tegas sang penulis, adalah kemauan untuk menggeser paradigma dari old vision (visi lama) ke new vision (visi baru) yang kreatif dan inovatif. Itu artinya, seorang guru profesional harus senantiasa meng-upgrade diri dengan terus berguru dari berbagai sumber ilmu agar mendapatkan asupan “gizi rohaniah” yang tak pernah kering. Dengan cara demikian, guru akan senantiasa tampil kreatif dan inovatif di depan para peserta didik, sehingga bisa memberikan inpirasi buat anak-anak bangsa dalam menggapai masa depannya.
TERBAIK IV
Judul : Daerah Putih, Daerah Abu-Abu, dan Daerah Hitam dalam Pelaksanaan UN
Terbit : 21 April 2010 (http://agupenajateng.net/2010/04/21/daerah-putih-daerah-abu-abu-dan-daerah-hitam-dalam-pelaksanaan-un/)
Penulis : Agus Suwarno, S.Pd (Guru SMP N 2 Baturraden, Banyumas)
Tulisan ini berupaya mengkritisi pelaksanaan UN yang selama ini dinilai belum steril dari berbagai bentuk kecurangan dan ketidakjujuran. Untuk meningkatkan citra dan marwah sekolah, tak jarang para pengambil kebijakan di tingkat lokal menghalalkan segala cara untuk memburu angka-angka UN. Jika situasi seperti itu terus berlanjut, bukan tidak mungkin generasi masa depan negeri ini cenderung akan menjadi “robot zaman” yang miskin nilai kejujuran dan kemandirian. Oleh karena itu, penulis mengusulkan perlu adanya format baru dalam pelaksanaan UN. Jika UN dirasakan penting sebagai upaya pemerintah memetakan kualitas pendidikan di Indonesia dan sebagai dasar pengambilan kebijakan, maka UN diharapkan tidak menjadi momok bagi sekolah khususnya peserta didik. Perlu adanya pemahaman bahwa UN adalah sebuah evaluasi yang memang harus dilalui peserta didik untuk mengetahui layak tidaknya meningkat ke jenjang berikutnya. Peserta didik harus belajar bahwa untuk mencapai cita-cita yang diinginkannya harus melalui belajar, bekerja keras dan yang utama kejujuran. Untuk itu, perlu reward bagi sekolah-sekolah yang berusaha jujur dalam pelaksanaan UN meskipun persentase kelulusan belum memuaskan dan punishman atau hukuman yang keras bagi sekolah yang menggunakan cara-cara haram dalam penyelenggaraan UN. Bahkan jika perlu untuk memunculkan efek jera di umumkan sekolah-sekolah yang dikategorikan sebagai sekolah hitam, yaitu sekolah dengan tingkat kecurangan 90-100 %.
TERBAIK V
Judul : Tantangan Penelitian Tindakan Kelas
Terbit : 23 Juli 2010 (http://agupenajateng.net/2010/07/23/tantangan-penelitian-tindakan-kelas/)
Penulis : ROTO, S.Pd. (Guru SMP N 1 Sumowono, Semarang)
Tulisan ini berupaya mengajak rekan-rekan sejawat untuk menjadi guru peneliti melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Secara akademis, kata sang penulis, PTK mempunyai tujuan yang teramat mulia yaitu mengatasi problem yang ada di kelasnya. Siapa pun pelaku guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pasti tidak lepas dari problem menjabarkan pokok materi di kelasnya. Secara padat dan ringkas, penulis memaparkan beberapa strategi praktis yang bisa ditempuh oleh para guru dalam mendesain dan melaksanakan PTK. Ya, ya, sebuah tulisan yang layak dibaca di tengah fenomena “rabun meneliti” yang dinilai masih sering hinggap di kalangan guru. ***

Monday, 22 November 2010

27 KESALAHAN YANG LAZIM DILAKUKAN GURU

Sebagai seorang guru tentu kita pernah mengalami betapa kita merasa  kurang persiapan saat mengajar. Mungkin juga kita saat  menunjuk seorang siswa dengan  menyebut dengan kata “ kamu” karena kita tidak mengetahui nama siswa tersebut. Bahkan dalam kegiatan belajar mengajar tidak jarang sebagai guru kita terjebak dalam kondisi emosional sehingga tanpa disadari kita mengeluarkan teriakan-teriakan yang bernada sarkasme kepada siswa, atau dengan dengan menggunakan bahasa humor kita mempermalukan siswa di depan teman-temannya.

Friday, 12 November 2010

KETIKA NARIWEN INGIN MENJADI DOKTER

Salah satu kebiasaan saya pada awal pertemuan di kelas tujuh pada kegiatan Masa Orientasi Siswa  (MOS ) adalah mengajak para siswa untuk berani bermimpi. Dengan menanyakan satu per satu kepada siswa tentang keinginan, cita-cita, dan harapan  mereka kelak.Bagi saya keberanian untuk bermimpi tentang cita-cita dan harapan kelak mereka dewasa nanti sangatlah penting. Dengan mempunyai mimpi tentang masa depannya siswa akan lebih termotivasi untuk belajar lebih antusias. Sebaliknya siswa yang ke sekolah tanpa harapan dan cita-cita masa depannya akan datang ke sekolah tanpa arah yang jelas berpotensi menjadi siswa yang mudah goyah untuk melakukan hal-hal yang merugikan masa depannya.

Tuesday, 2 November 2010

MENDORONG SISWA BELAJAR MANDIRI DENGAN STRATEGI LEARNING CONTRACT

Salah satu masalah utama dalam membelajarkan siswa adalah motivasi belajar siswa yang rendah. Banyak siswa yang belajar hanya karena ada tugas  atau PR  semata.Dengan budaya belajar yang demikian maka sudah dipastika pengetahuan yang diperoleh siswa relatif lemah dan kurang permanen. Dengan rendahnya penguasaan materi yang telah dipelajari maka pada saat dilakukan evaluasi banyak siswa yang prestatsi belajarnya rendah.
                Kemandirian dalam belajar oleh siswa sangat penting. Siswa yang belajar mandiri akan mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam dan permanen. Untuk itu diperlukan sebuah strategi yang mampu mendorong siswa untuk belajar secara mandiri. Strategi yang diharapkan mampu mendorong siswa untuk belajar mandiri adalah strtegi  learning contract.

Saturday, 23 October 2010

PERLAWANAN SEORANG MURID

Billy tidak terima atas penghinaan terhadap sekolah almamater SMP nya oleh seorang guru. Ia meminta guru tersebut  untuk menarik ucapannya yang bernada menghina tersebut.Terjadi perdebatan antar murid dan guru. Billy tetap kukuh meminta sang guru untuk  menarik kata-katanya.Bagi dia sudah selayaknya untuk membela nama almamaternya dan tidak sepatutnya  guru tersebut menjelek-jelekkan tempat ia pernah belajar. Meskipun diancam dengan hadiah sebuah tamparan ,Billy tetap bersikukuh dengan pendiriannya. Akhirnya perdebatan tersebut berakhir begitu saja tanpa ada keksepakatan kedua belah pihak. Perselisihan Billy dengan seorang  guru tentang penghinaan SMP-nya menjadi awal dari  perselisihan berikutnya sejak Billy bersekolah di SMA “Belajar Harus Suka”.

Sunday, 17 October 2010

PEER LESSONS STRATEGI BELAJAR DARI TEMAN


Ada ungkapan yang mengatakan behwa metode belajar yang paling baik adalah dengan mengajarkan kepada orang lain. Tampaknya metode atau strtegi Peer Lessons ini megacu pada ungkapan tersebut. Dengan harapan dapat menggairahkan peserta didik untuk mau mengajrakan meteri yang diukasainya kepaa teman maka strategi ini layak dicobakan .Dengan stretegi ini siswa dituntut lebih aktif belajar dan mengajar .Adapun langkah-langkah pada strategi pembelajaran ini adalah sebagai berikut :

Tuesday, 12 October 2010

PERLUKAH GURU MEMAHAMI FILOSOFI PENDIDIKAN ?

Guru harus selalu merenungi hakekat
mengapa Ia Mengajar 
Pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini muncul saat penulis membaca buku yang berjudul “ PENDIDIKAN NASIONAL STRATEGI DAN TRAGEDI “,buku yang ditulis oleh begawan pendidikan Indonesia, Prof.Dr.Winarno Surkhmad, MSc.Ed . Buku dengan sampul biru muda dengan ketebalan 496 halaman ini sebenarnya cukup menarik untuk dibaca secara menyeluruh. Berhubung buku ini penulis pinjam dari perpustakaan kabupaten yang masa pinjamnya Cuma tujuh hari maka rasanya tidak cukup waktu untuk mebaca seluruh halaman. Maklum orang sibuk.Wheleeh!!. Maka dengan gaya membaca “skipping”  alias loncat-loncat penulis berusaha menikmati buku ini. Sebenarnya penulis merasa kurang “nyandak” ilmunya untuk membaca buku ini, mengingat buku ini sebagian besar merupakan kumpulan makalah profesor yang disajikan untuk para dosen yang ilmunya sudah “sundul langit”, sementara penulis sendiri ilmunya masih “sundul lawang”,  maklum guru ndeso. Didorong oleh keinginan untuk tambah pengetahuan yang tidak hanya sebatas pagar halaman sekolah, maka sayapun nekat meminjam buku ini untuk dibaca “sak nyandak’e” pikiran saya.

Saturday, 9 October 2010

WELAS TANPA ALIS

Kasih Ibu tiada Batas
Pada suatu pagi seorang pria yang sedang berjalan-jalan di kebunnya melihat sebuah kepompong yang sedang bergerak-gerak di ujung ranting pohon. Sang pria menjadi penasaran menanti apa yang akan terjadi dengan kepompong tadi. Selang beberapa saat, kepompong  membuka sedikit, tampak calon kupu-kupu yang akan berusaha keluar dari kungkungan kulit kepompong.Tampaknya sang calon kupu-kupu bersusah payah keluar dari  kepompong. Melihat  calon kupu-kupu tampak kesusahan saat berusaha keluar dari kepompong, terbit rasa iba di hati pria tersebut. Kemudian ia masuk ke rumah untuk mengambil gunting. Dengan menggunakan gunting  ia membuka kulit kepompong agar calon kupu dapat keluar dengan mudah. Dengan bantuan sang pria kupu-kupu tersebut dengan mudah keluar dari kepompong. Tapi apa yang terjadi, kupu-kupu tersebut terjatuh di tanah dan kelihatan lemah untuk menggerakkan sayap-sayapnya yang masih lengket oleh lendir. Berulang-ulang si  kupu-kupu berusaha menggerak-gerakkan sayapnya, namun usahanya sia-sia belaka. Akhirnya si kupu-kupu itupun tinggal menunggu waktu untuk menjemput kematiannya. Sang pria pun menyesal karena niat baik yang ia lakukan kepada kupu-kupu tersebut justru membuat sang kupu-kupu  gagal menjadi kupu-kupu dewasa dan mati sia-sia.

Monday, 4 October 2010

INDEX CARD MATCH METODE MENCARI PASANGAN KARTU

Metode   Index Card Match dikenal juga dengan  istilah “mencari pasangan kartu”. Metode ini berpotensi membuat siswa senang. Unsur permainan yang terkandung dalam metode ini tentunya membuat pembelajaran tidak membosankan. Tentu saja penjelasan aturan permaian perlu diberikan kepada siswa agar metode ini menjadi lebih efektif. Metode ini sangat tepat untuk mengulangi materi pembelajaran yang telah diberikan sebelumnya. Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan metode ini adalah sebagai berikut :

Friday, 1 October 2010

KEKERASAN DI SEKOLAH

Beberapa hari ini Ridam tidak masuk sekolah dengan alasan yang tidak jelas. Kejadian ini tentunya  membuat orang tuanya menjadi  bingung dan memutuskan meminta bantuan guru di sekolahnya untuk merayu Ridam agar mau berangkat sekolah lagi.Mendapat laporan dari orang tua Ridam, wali kelas dan guru BK segera meluncur ke rumah Ridam. Setelah melalui investigasi dan persuasi yang membutuhkan kesabaran dan waktu yang tidak pendek akhirnya diketahui  alasan mengapa Ridam tidak mau masuk sekolah dan meminta untuk pindah sekolah. Ridam yang baru kelas tujuh SMP,  selama ini sering mengalami kekerasn fisik maupun mental dari kakak-kakak kelasnya. Adapun kekerasan yang dialaminya dari pemalakan diikuti dengan ancaman sampai dengan pemukulan oleh kakak kelas.

Tuesday, 28 September 2010

BAMBOO DANCING METODE BELAJAR BERBAGI INFORMASI

Pembelajaran dengan metode bamboo dancing sangat baik digunakan untuk mengajarkan berkaitan informasi - informasi awal guna mempelajari materi selanjutnya. Dengan menggunakan metode bamboo dancing diharapkan terjadi pemerataan informasi atau topik yang  diketahui oleh siswa. Metode bamboo dancing tentunya sangat bermanfaat guna pembelajaran di kelas agar lebih variatif sehingga tidak membosankan siswa.
Adapun langkah-langkah metode pembelajaran bamboo dancing adalah sebagai berikut  :
  1. 1.      Pembelajaran diawali dengan pengenalan topik oelh guru. Pada tahap ini guru dapat menuliskan topik atau melakukan tanya jawab kepada siswa berkaitan dengan pengetahuan peserta didik tentang topik yang diberikan. Langkah ini perlu dilakukan agar siswa lebih siap menghadapi materi yang baru.
    2.       Guru membagi kelas menjadi 2 kelompok besar. Misalkan jika dalam kelas terdapat 40 anak , maka tiap kelompok besar terdiri 20 orang.
    3.       Pada kelompok besar 20 orang, kemudian dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 10 orang  diatur yang saling berhadap-hadapan dengan 10 orang yang lainnya, dengan posisi berdiri. Pasangan ini disebut dengan pasangan awal.
    4.       Kemudian guru membagiakn topik yang berbeda-beda kepada masing-masing pasangan untuk didiskusikan. Dalam langkah ini guru memberi waktu yang cukup agar materi yang didiskusikan benar-benar dipahami siswa.
    5.       Usai berdiskusi , 20 orang dari tiap-tiap kelompok besar yang  yang berdiri berjajar saling berhadapa itu bergeser mengikuti arah jarum jam . Dengan cara ini tiap-tiap peserta didik mendapat pasangan baru dan saling berbagi informasi yang berbeda, demikian seterusnya. Pergerakan searah jarum jam baru berhenti ketika peserta didik kembali ke tempat asalnya. Gerakan saling bergeser dan berbagai informasi inilah menyerupai  gerakan pohon bamboo yang menari-nari.
    6.       Hasil diskusi di tiap-tiap kelompok besar kemudian dipresentasikan kepada seluruh  kelas. Guru memfalitasi terjadinya intersubyektif, dialog interaktif, tanya jawab dan sebagainya. Melalui kegaiatan ini dimaksudkan agar pengetahuan hasil diskusi oleh tiap-tiap kelompok besar dapat diobyektifkan dan menjadi pengetahuan bersama seluruh kelas.
    Metode ini tampaknya sangat bermanfaat guna membangun kebersamaan antar siswa. Dalam metode ini tidak terjadi persaingan , siswa saling berbagi informasi . Diskusi antar siswa terjadi pada saat berpasangan dan pada saat   presentasi topik pelajaran. Hal ini sangat bermanfaat guna mengaktifan siswa.
    Sayangnya pada metode ini jika dibentuk kelompok besar guru harus menyiapkan  topik yang banyak juga. Topik yang terlalu banyak juga akan berakibat pada pada saat diskusi membutuhkan waktu yang relatif lama.
    Tampaknya pemanfaatan metode ini perlu modifikasi pada saat pelaksanaannya. Pada mata pelajaran tertentu penggunaan metode ini relatif sulit. Misalkan matematika, yang akan mempelajari materi awal berkaitan dengan notasi , fakta dan konsep yang tentunya tidak bisa digunakan dengan metode diskusi. Namun demikian tentunya metode ini layak dicoba agar pembelajaran lebih bervariatif dan tidak membosankan.

    SELAMAT MENCOBA !!!

    HIDUP GURU INDONESIA !!!
       

Tuesday, 14 September 2010

MILITANSI PAK GURU IKLAS


Pak Iklas adalah sosok guru yang saat ini termasuk guru istimewa. Perawakannya kecil, kurus, plus kacamata minus yang dipakai membuatnya semakin unik. Dengan postur tubuh yang tidak besar itulah   justru menunjang  kelincahan dan kegesitan beliau. Kacamata minusnya menunjukkan bahwa beliau mempunyai kegemaran  membaca dan berselancar di dunia maya. Cara berjalannya dua kali lebih cepat dari rata-rata kebiasaan orang. Gaya bicaranya lugas jelas , ringkas dan “to the point”  dan satu lagi istilah baratnya “ blaka Sutha “ alias blak-blakan.
Kesukaannya memakai kemeja putih lengan pendek menjadi daya tarik sendiri. Karena cara berpakaiannya inilah beliau sempat mendapat teguran atasannya. Bukan Pak Iklas jika ia tidak mempunyai argumen yang diyakini kebenarannya.Baju putih yang dipakai bagi beliau  justru akan baik digunakan, karena guru akrab dengan kapur tulis sehingga baju tidak begitu kentara kotornya karena debu kapur tulis. Model lengan pendek yang dia pakai akan menunjang mobilitas guru saat berada di kelas terutama pada saat menulis di papan tulis. Bahkan secara tegas Pak Iklas menolak menggunakan baju dinas model PSH, yang beliau istilahkan “baju besi”. Bagi beliau baju PSH justru akan menghambat mobilitas guru beraktifitas di kelas. “Baju besi “ akan membuat jarak terlalu lebar antar guru dan siswa karena guru menampakkan diri bak pejabat yang selalu ingin mendapat penghormatan.Model baju PSH yang kelihatan kaku dan “miyayeni” lebih tepat digunakan oleh para birokrat yang aktifitasnya hanya di belakang meja dan di ruang ber-AC. Mendengar argumen pak Iklas tersebut atasannya hanya tersenyum kecut, agak maklum. Tampaknya sang atasan teringat guru-gurunya waktu di SPG. Padahal sekarang penggunaan kapur sudah tergantikan oleh spidol. Mungkin Pak Iklas harus mempertimbangkan menggunakan baju hitam Tapi kalu baju hitam dikira sedang  berduka cita nantinya. Repot juga kalau masalah seragam diperpanjang.
Salah satu keistimewaan Pak Iklas adalah kebiasaannya masuk kelas sepuluh menit lebih awal dari bel  masuk. Beliau selalu menyalami siswanya yang masuk kelas satu persatu. Dari kebiasaannya inilah para siswa sungkan untuk masuk kelas terlambat. Bagi beliau tugas utama guru adalah melayani siswa. Eksistensi guru ditentukan oleh siswa. Tanpa siswa, guru tidak ada apa-apanya. Untuk itulah pelayanan kepada siswa  seacara maksimal tanpa mengorbankan kewibawaan dan kehormatan , sebagai seorang guru adalah hukumnya “Wajib ‘ain”. Guru tanpa siswa ibarat ikan tanpa air.  
Atribut yang menjadi ciri khas Pak Iklas adalah tas gendong ia pakai . Tas gendong inilah yang gunakan untuk membawa perangkat pembelajaran dari buku, laptop, dan proyektor LCD. Bahkan kadang kala ia membawa travel bag besar untuk membawa alat peraga, atau perangkat audio visual yang akan ia gunakan untuk menunjang pembelajarannya. Tentu saja bagi sebagian rekan kerjanya apa yang dilakukan Pak Iklas terlalu berlebihan atau “lebay” istilahnya sekarang. Sementara bagi Pak Iklas apa yang dia lakukan adalah bentuk pelayanan yang ia berikan kepda siswa. Bagi beliau siswa berhak mendapat pembelajaran yang optimal.
Kegemarannya berselancar di dunia maya membuat Pak Iklas kaya akan informasi, terutama tentang dunia pendidikan. Hal yang istimewa adalah perbendaharaan model-model pembelajaran yang termutakhir sangat banyak. Tidak heran jika dalam pembelajaran di kelas selalu bervariasi, mengadopsi model pembelajaran yang diperolehnya. Kondisi tersebut tentunya membuat para siswa senang dengan pembelajaran yang dilakukan Pak Iklas. Bagi siswa belajar dengan Pak Iklas selalu saja ada hal baru yang disuguhkan, sehingga kehadiran beliau selalu ditunggu siswa. Bagi siswa belajar dengan Pak Iklas “ nggak  ada matinya” .
Satu hal yang Pak Iklas selalu pesankan bagi guru-guru muda adalah untuk selalu bangga menjadi guru.Profesi guru adalah profesi pilihan  dan terhormat .Pernah suatu kali beliau marah besar ketika seorang guru prkatek yang ia tanya alasan bersangkutan menjadi guru menjawab  dengan jawaban  terpaksa karena  sulitnya mencari pekerjaan lain. Mendengar jawaban tersebut langsung beliau menolak untuk menjadi guru pamongnya. Selanjutnya menyarankan guru praktek tersebut untuk segera mencari pekerjaan lainnya. Menurut beliau seorang guru yang bekerja dengan keterpaksaan berpotensi untuk menyakiti anak didiknya baik secara psikis maupun fisik. Ketidak ikhlasan dan ketidak cintaan dalam menjalankan tugasnya sebagi seorang guru membuat guru tersebut cenderung bekerja sekedar menggugurkan kewajiban semata. Tentu saja dari seorang guru dengan mental seperti itu , tidak bisa kita bayangkan apa yang akan diperoleh peserta didiknya. Bisa jadi pengalaman-pengalaman belajar negatif yang diperoleh peserta didik. Betul-betul, Pak Iklas.
Sebagai seorang guru yang sudah tersertifkasi Pak Iklas  selalu mengajak rekan-rekannya untuk mengemban amanat yang telah diberikan oleh rakyat.Menurut beliau guru yang sudah tersertifikasi dan sudah menerima tunjangan harus dapat membawa berkah. Pada guru yang sudah tersertifikasi hendaknya terjadi perubahan perilaku yang lebih baik, lebih kompeten dan profesional sebagaimana bunyi  tunjangan yang diberikan, tunjangan profesi.Guru yang telah menerima tunjangan tetapi tidak terjadi peningkatan kinerja dan kompetensi menurut Pak Iklas, guru yang berkhianat terhadap amanat yang diberikan oleh rakyat, karena uang tunjangan diambil dari pajak yang diungut dari rakyat.Bahkan beliau menyebut guru semacam itu sebagai guru yang dholim, neraka ancamanya. Waduh Pak Iklas , kok begitu mengerikan anacamannya, jadi merinding  nikh !.
Sosok Pak Iklas adalah sosok guru yang mungkin kontroversial .Sikap dan prinsip yang dipegangnya sebagai seorang guru bisa jadi  dianggap berlebihan . Militansi Pak Iklas, patut dipertimbangkan untuk menjadi model yang patut ditiru, tentu saja dengan modifikasi perilaku yang lebih elegan tentunya. Dari sikap dan perilaku yang ditunjukkan merupakan pesan postif bagi guru untuk selalu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.
HIDUP GURU INDONESIA !!!
  

Friday, 10 September 2010

POWER TEACHING SEBUAH METODE BELAJAR ALTERNATIF


Power Teaching adalah sebuah metode belajar yang dikembangkan oleh negara-negara barat. Metode ini cukup menarik, karena mampu meningkatkan atensi dan konsentrasi siswa. Untuk itu metode belajar ini layak untuk di adopsi oleh para guru di Indonesia.
Adapun langkah-langkah kegiatan metode belajar Power teaching adalah sebagai berikut :
Langkah pertama  disebut dengan “Class- Yess”. Pada tahap ini guru mengarahkan perhatian siswa pada kegiatan pemebeajaran dengan mengucap kata “ class “ dengan intonasi tertentu. Siswa menjawa ucapan dengan kata “ Yess”  dengan intonasi kata yang sama dengan intonasi guru.
Langkah kedua disebut dengan “Micro Lecture”. Pada langkah ini guru menyampaikan bahan ajar dalam waktu kurang dari 30 detik. Siswa memperhatikan dengan seksama penjelasan guru. Guru menuliskan point-poin yang dirasa perlu di papan tulis.
Langkah ketiga disebut dengan “Teach-Oke”. Setelah guru melakukan “ micro lecture “ guru mengucapkan kata “Teach” jika perlu dengan tepuk tanga , siswa menjawab dengan kata “ Oke “.Setelah menjawab “Oke” siswa mengulang apa yang telah disampaikan guru secara berhadap-hadapan kepada siswa lain.
Lagkah keempat disebut dengan “Score board “. Pada langkah ini guru melakukan penilaian terhadap  kienerja siswa pada papan  tulis yang telah dibuat tabel dengan dua kolam dimana kolom pertama bagian atas diberi ikon wajah orang tersenyum  sedang kolom kedua bagian di atas diberi ikon gambar orang sedih.Kolom wajah gembira diberi skor satu jika guru menilai kinerja siswa dianggap sesuai dengan harapan guru. Sedang kolom kedua jika kinerja siswa dianggap kurang baik.
Langkah kelima disebut dengan “Hand and eyes “. Setelah guru memeberi penilaian siswa menanggapi sesuai dengan nilai yang diperolehnya. Jika ia mendapat penilaian wajah tersenyum siswa meneriakkan kata “ Oh yeah “ jika perlu dengan tepukkan tangan. Jika mendapat nilai wajah sedih siswa pura-pura menangis dengan mengusap-usap mata dengan tangan.
Dari angkah satu sampai dengan langkah kelima diulang-ulang sesuai dengan materi yang ingin disampaikan.
Langkah keenam disebut dengan komprehension Chek. Pada tahap ini siswa diminta mengulang secara lesan semua materi yang telah disampaikan oleh guru. Pada saat siswa mengulang materi yang diajarkan, guru berkeliling melakukan checking terhadap kegiatan siswa.
            Metode ini tampaknya sangat tepat untuk mengajarkan materi-materi berkaitan dengan pemahaman konsep. Dengan pengucapan berulang pada saat  “teach-Oke “ Siswa diharapkan lebih memahami konsep yang diajarkan. Dengan metode ini juga membangun komunikasi antar siswa.Antusiasme dan konsentrasi dibangun dengan menggunakan metode ini.
            Yang menjadi permasalahan adalah apakah metode ini cocok untuk semua jenjang kelas. Pada jenjang kelas yang lebih tinggi materi yang dajarkan banyak menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi. Metode juga menuntut adanya kesadaran partisipasi peserta didik yang sangat tinggi.  Karena ada unsur bermain pada metode ini juga berpotensi kelas menjadi gaduh dan memancing siswa untuk bermain-main. Ada kecenderungan metode ini hanya tepat untuk siswa pada jenjang tingkat dasar.Kelemahan metode ini lebih menonjolkan aktifitas lesan semata.
            Khusus pada mata pelajaran matematika tampaknya metode ini kurang tepat untuk materi penerapan dan pemecahan masalah mengingat pada materi tersebut  tidak cukup dengan aktifitas lesan semata. Berkaitan dengan materi  pemahaman konsep yang mengajarkan simbol-simbol  dan fakta tentunya metode ini kurang tepat.
            Tampaknya tepat adanya ungkapan yang menyatakan tidak ada metode atau model belajar yang paling bagus. Karena sebuah metode atau model  pembelajaran hanya tepat pada materi dan kondisi tertentu yang mendukung terlaksananya metode tersebut. Sebagai sebuah metode belajar “Power Teaching “ perlu untuk dicoba untuk dikembangkan di Indonesia. Power Teaching tampaknya akan menambah perbendaharaan metode pembelajaran yang sudah ada di Indonesia. 


Wednesday, 8 September 2010

TEKNIK DAN STRATEGI MANAJEMEN KELAS

Renee Rosenblum-Lowden adalah seorang guru yang berpengalaman mengajar siswa kanak-kanak maupun dewasa selama 25 tahun, bersama Felicia Lowden Kimmel seorang guru bahasa inggris yang kemudian menjadi konselor, menulis sebuah buku yang berjudul “ You have to Go to School ... You’re the Teacher !”. Di indonesia sendiri buku tersebut dierjemahkan dengan judul “ Anda Harus Pergi ke Sekolah ... ANDA GURU”. Buku ini sangat menarik karena menyajikan berbagai macam teknik yang berkaiatan dengan masalah sehari-hari dalam manajemen kelas. Memang pada strategi tertentu ada yang kurang cocok jika diterapkan di lingkungan sekolah di Indonesia karena perebedaan budaya. Namun demikian sebagain besar teknik dan strtegi yang disajikan sangat membantu bagi guru baru maupun guru senior yang berminat memperbaiki kemampuan mengelola kelas.
Dalam buku ini disajikan lebih dari 300 strategi dan teknik mengelola kelas. Penulis akan menyajikan beberapa strategi dan teknik yang menurut penulis cukup menarik.Untuk kali ini penulis akan menyajikan teknik dan strategi sebagai seorang guru baru. Namun demikian teknik dan strategi tersebut masih layak untuk dibaca ulang semua guru, termasuk saya. Adapun strategi dan teknik tersebut diantaranya :
BERPAKAIAN SEPERTI LAYAKNYA ORANG DEWASA
Masalah cara berpakaian bagi seorang guru sangatlah penting. Sebagai guru baru sering mengalami kecanggungan dalam berpakaian. Pengalaman saya sebagai seorang guru baru di sebuah SMA, sering mengalami penilaian tentang penampilan dari siswa secara sembunyi-sembunyi. Penilaian dari ujung kaki sampai ujung rambut. Kebiasaan saya yang biasa tampil kurang rapi sampai dengan rambut yang tidak diminyaki sering dikomentar secara bisik-bisik dari siswa.
Penampilan guru yang terlihat profesional akan sangat membantu guru dalam membangun kewibawaan. Survey membuktikan penampilan guru dalam berpakaian yang terlihat profesional sangat membantu dalam mendisiplinkan siswa.Berpenampilan rapi akan memberi dampak positif terhadap sikap siswa.
Bagi guru, sekolah merupakan tempat yang spesial dan sudah selayaknya saat kita ke tempat tersebut juga berpenampilan sepesial. Ada pepatah jawa yang mengatakan “ Ajining raga saka ing busana “. Penghargaan terhadap jasmani kita ditentukan oleh pakaian yang kita kenakan.
SIAPAKN RPP (RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ) LEBIH DARI JAM MATA PELAJARAN YANG TERSEDIA
Sebagai seorang guru saat pertama kali mengajar biasanya dalam masa penjajagan. RPP yang harusnya diperiapkan sering dikesampingkan. Dengan modal “bonek” , alias bondo nekat mengajar dengan tangan kosong. Akibatnya sering terjadi “hang” di tengah pembelajaran. Apalagi banyak siswa mencoba-coba menggoda dengan pertanyaan dan komentar yang tidak relevan dengan materi ajar. Ah, jadi ingat pengalaman saya pertama mengajar.
Persiapan RPP lebih awal tampaknya sangat membantu guru baru pada saat mengajar.Sebab dengan persiapan yang ada peluang terjadinya kemacetan di tengah pembelajaran akan diminimalisasi. Apalagi jika siswa mengetahui kita grogi karena tanpa persiapan maka kegiatan pembelajaran akan lebih tidak terkendali.
Persiapan RPP yang lebih dari jam yang ada akan membantu pada saat menghadapi kelompok siswa dengan daya tangkap tinggi sehingga tidak akan mengalami kehabisan materi. Jangan takut RPP kita tidak lebih baik dari guru lain. Rata-rata guru merasa RPP-nya tidak lebih baik dari RPP guru lain.Suatu sikap yang wajar, kalau RPP- yang kita buat dirasakan yang terbaik “over PD” jadinya.
MENGAMATI GURU LAIN
Mengamati guru lain mengajar di Indonesia bukanlah hal yang biasa. Guru yang diamati pada saat mengajar sering merasa terganggu dengan keberadaan orang ketiga di ruang kelas. Tidak heran jika kegiatan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah merupakan suatu kegiatan yang tidak disukai guru.
Sebagai seorang guru baru, kegiatan mengamati guru lain mengajar sangat penting. Seorang guru baru layak memilih guru senior yang dapat menjadi mentor.Informasi tentang guru yang bagus dalam mengajar dapat diperoleh dari siswa. Guru yang diidolakan siswa umumnya mempunyai teknik mengajar yang istimewa. Dengan mengamati gaya mengajar guru tersebut, siapa tahu dapat memperbaiki gaya mengajar kita. Sebagian besar guru mengajar dengan meniru gaya mengajar guru-guru waktu sekolah. Sudah selayaknya kita meniru dari guru-guru yang mempunyai gaya mengajar yang baik. Ingat hampir 80 % dari apa yang kita lakukan adalah peniruan apa yang kita lihat.
SIFAT NEGATIF GURU
Tidak semua guru menjalani profesinya dengan bahagia.Guru yang tidak merasa bahagia dengan profesinya lebih banyak mengeluh, selalu mengkritik apapun tentang profesi guru. Kelompok guru tersebut biasanya mengajar tanpa motivasi. Mengajar hanya menggugurkan tanggung jawab sambil menunggu masa pensiun.
Bagi guru baru berkumpul dengan kelompok guru di atas sangat berbahaya, karena sifat negatif yang dimiliki dapat menular bagaikan “virus negatif”. Untuk itu guru baru hendaknya jangan terlalu sering berkelompok dengan guru yang lebih banyak mengeluh dan kurang motivasi, banyak-banyaklah bergaul dengan guru yang mempunyai semangat dan motivasi tinggi. Sebagaimana sikap negatif sikap positif juga dapat menular. Sudah selayaknya para guru senior lebih banyak berbagi pengalaman terbaik alias “best practice” kepada para guru baru agar mereka menjadi guru profesional yang handal.
SEMANGAT ITU DIKEJAR BUKAN DIAJARKAN
Tentu saja harapan bagi semua guru untuk mengajar di tengah siswa yang antusias. Untuk membangun antusias siswa bukanlah sesuatu yang mudah. Kita tidak bisa begitu saja mengajak siswa bersemangat, sementara kita tidak berusaha menciptakan linkungan pendukungnya. Siswapun berharap agar kita lebih bersemangat dalam mengajar. Mempersiapkan diri dengan matang termasuk materi yang dikemas dengan menarik dan menyenangkan akan dapat memuaskna rasa ingin tahu siswa.
RAMAH NAMUN TIDAK UNTUK MENJADI TEMAN
Keinginan untuk lebih dekat kepada siswa bagi seorang guru adalah hal yang wajar. Bahkan tidak sedikit guru berusaha menjadi teman para muridnya. Namun demikian sikap ramah guru dan berusaha menjadi teman siswa sering disalah artikan siswa dengan berperilaku cenderung kurang sopan. Untuk itu perlu sikap tegas guru bahwa sudah selayaknya siswa menaruh rasa hormat kepada guru. Keramahan yang diberikan siswa adalah keramahan seorang guru kepada siswa. Dan mungkin perlu ditegaskan bahwa “ tugas saya adalah mengajar bukan untuk menjadi teman .“ Tentu saja kalimat tersebut bagi sebagian guru dikhawatirkan akan mengakibatkan para siswa tidak menyukainya. Namun demikian jika kalimat tersebut dimaksud guna membimbing siswa agar lebih menghormati guru, siswa akan memamahaminya.
Sebenarnya masih banyak teknik dan strategi yang cukup menarik yang diuraikan dari buku yang saya sebut di atas. Tentunya penulis persilakan untuk membaca sendiri buku tersebut. Selalu berusaha lebih baik bagi seorang guru adalah sebuah kewajiban.Menjadi guru yang profesional dan handal merupakan harapan kita semua. Amin.
HIDUP GURU INDONESIA !!!
Sumber bacaan : “ You Have to Go to School ... You’re the teacher “ oleh Renee Rosenblum-Lowden dan Felicia Lowden Kimmel.

Monday, 23 August 2010

MODEL PEMBELAJARAN CL tipe STAD


Menurut Robert E Slavin dan kawan-kawan , model CL tipe STAD  terdiri dari 5 komponen (fase) , yakni :
1.    Presentasi Kelas (Class presentation)
2.    Pembentukan tim (Teams)
3.    Kuis Individu (Individual Quizzes)
4.    Perubahan skor individu (Individual improvement score)
5.    Pengakuan tim (Team recognition)
Model ini sangat cocok untuk menyajikan materi pembelajaran terstruktur, yang terdiri dari beberapa bagian dan saling berhubungan antar bagian-nya. Misalnya seorang guru akan menyajikan pokok materi/ bahasan yang tertruktur terdiri atas 4 sub pokok materi/ bahasan A, B, C dan D. Artinya, sebelum dapat mempelajari sub B, siswa harus menguasai sub A, sebelum mempelajari sub c, siswa harus sudah menguasai sub A dan sub B, demikian seterusnya untuk sub D.
Langkah-langkah :
Fase 1   : Guru presentasi di depan kelas, menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan informasi tentang materi yang akan dipelajari, misalnya konsep, materi secara garis besar dan prosedur kegiatan (eksperimen).
Guru juga perlu menjelaskan tata cara kerjasama dalam kelompok, terutama kepada kelompok atau kelas yang belum terbiasa menjalankan model CL.
Fase 2   : Guru membentuk kelompok, berdasarkan kemampuan (prestasi sebelumnya), jenis kelamin, ras dan etnik. Jumlah anggota tiap kelompok antara 3-5 orang siswa
Fase 3   : Bekerja dalam kelompok, Siswa belajar bersama, diskusi, menjawab soal atau mengerjakan eksperimen sesuai LKS yang diberikan guru
Fase 4   : Scafolding. Guru melakukan bimbingan kepada kelompok atau kelas
Fase 5   : Validation. Guru mengadakan validasi hasil kerja kelompok dan memberikan kesimpulan hasil tugas kelompok
Fase 6   : Quizzes. Guru mengadakan kuis secara individual. Hasil nilai yang diperoleh tiap anggota, dikumpulkan, kemudian dirata-rata dalam kelompok, untuk menentukan predikat kelompok. Dalam menjawab quiz, anggota tidak boleh saling membantu. Perubahan skor awal (base score) individu dengan  skor hasil quiz disebut skor perkembangan. Penghitungan skor perkembangan sebagai berikut :

Tabel 1 :  Nilai Penghargaan Kelompok (Penghitungan skor Perkembangan)
NO
SKOR TES
NILAI PERKEMBANGAN
1.
Lebih dari 20 poin di atas skor awal
30
2
Sama atau hingga 10 poin di atas skor awal
20
3
Sepuluh hingga satu poin di bawah skor awal
10
4
Lebih dari 10 poin di bawah skor awal
5
Fase 7         : Penghargaan kelompok : Berdasarkan skor penghitungan yang diperoleh anggota, dirata-rata. Hasilnya untuk menentu-kan predikat tim (lihat Tabel 2)

      Tabel  2 : Perolehan Skor dan Predikat Tim Tipe STAD dan Jigsaw
NO
PREDIKAT TIM
RATA-RATA SKOR
1
Super Team
25 - 30
2
Great Team
20 - 24
3
Good team
15 - 19
:
Fase 8      : Evaluasi oleh guru

Selamat mencoba !


RAHASIA SUKSES BANGSA JEPANG


Tidak bisa pungkiri lagi Jepang merupakan negara paling  maju di kawasan Asia. Jepang sering dijadikan rujukan bagi negara-negara  asia termasuk Indonesia atas kesukesannya  dalam pembangunan.Banyak hal-hal yang positif yang dapat ditiru bangsa kita guna mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia di berbagai bidang.
            Sebagai bangsa yang kalah perang dalam perang dunia kedua, Jepan cepat bangkit dari keterpurukan. Dengan dilucutinya kekuatan militernya Jepang lebih konsentrasi pada pembangunan ekonomi dan teknologi. Hikmahnya saat ini Jepang menjadi terdepan depan dalam penguasaan teknologi dan ekonomi di dunia.
            Romi Satria Wahono dalam bukunya “Dapat Apa sih dari Universitas “ mengungkapkan sepuluh resep sukses bangsa Jepang. Sepuluh resep sukses ini dia rumuskan berdasarkan pengalamanya yang  lama tinggal di negeri matahari terbit tersebut. Adapun sepuluh resep sukses bangsa Jepang tersebut adalah :
  1. KERJA KERAS
Bangsa Jepang dikenal sebagai pekerja keras hal ini bisa dilihat dari rata-rata jam kerja pegawai di jepang yaitu 2450/tahun, hal ini sangat jauh dengan Amerika yang mencapai 1957/jam. Seorang pekerja Jepang dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh 5-6 orang. Di Jepang adalah sesuatu memalukan jika seorang pegawai pulang lebih cepat karena hal semacam ini dapat dinilai pegawai tersebut “ tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.Bahkan di Jepang ada fenomena yang disebut dengan karoshi, yaitu meninggal karena bekerja teralalu keras.
  1. MALU
Bangsa Jepang mempunya tradisi malu terhadap lingkungan jika mereka melanggar peraturan atau norma yang sudah disepakati. Tidak heran jika para pejabat Jepang merasa gagal dalam menjalankan tugasnya atau terlibat korupsi mereka memilih mengundurkan diri. Di masa perang para prajurit Jepang akan melakukan harakiri, yaitu menusukkan pisau ke perut karena kalah dalam pertempuran. Budaya malu inilah yang membuat bangsa Jepang berusaha menjaga ketertiban dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-harinya.
  1. LOYALITAS
Di Jepang sangat jarang pegawai berpindah-pindah tempat pekerjaan. Mereka berusaha menjaga loyalitas dengan bekerja di sebuah perusaha bahkan sampai pensiun.Loyalitas inilah yang menjadikan sistem karier di sebuah perusahaan Jepang berjalan dan tertata rapi.Berkat loyalitas dari warga masyarakat sebuah kota dapat berkembang dengan pesat.
  1. PANTANG MENYERAH
Jepang bukanlah negara dengan kekayaan alam yang melimpah sebagaimana Indonesia, namun demikian bangsa Jepang pantang menyerah terhadap kondisi alam yang ada. Sumber energi Jepang 85 % diperoleh dengan mengimpor dari negara lain. Jepang juga dieknal sebagai negara yang paling sering terkena gempa bumi. Diajtuhkannya bom atom di  Hiroshima dan Nagasaki dan gemap besar di Tokyo tidak mematahkan semangat bangsa Jepang. Semangat pantang menyerah dan tidak putus asa terhadap kegagalan menjadi kunci Jepang cepat bangkit dari keterpurukan. Di jepang Ilmu dan teori yang mempelajari bangkit dari kegagalan di formulasikan dengan nama ilmu kegagalan ( shippagaiku ).

  1. BUDAYA MEMBACA
Membaca merupakan aktifitas keseharian bangsa Jepang. Dimanapun dan kapanpun masyarakat Jepang berusaha memanfaatkan waktu luang dengan membaca. Tidak heran jika komik bergambar ( manga ) banyak beredar di berbagai negara termasuk Indonesia.Bahkan komik nergambar dimanfaatkan untuk materi-materi pelajaran sekolah yang disajikan secara menarik, sehingga minta baca masarakat semakin tinggi. Budaya membaca orang Jepang juga ddidukung dengan kecepatan penerjemahan buku-buku asing. Buku terjemahan ini dijual lebih murah dibanding buku aslinya, tak heran jika buku terjemahan lebih banyak dibeli.
  1. MANDIRI
Di Jepang sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Anak usia TK dibiasakan membawa perlengkapan sekolah sendiri dari tas, bekal makan siang, botol minuman, buku-buku yang lumayan berat.Selepas SMA sebagian besar orang Jepang untuk membiayai sekolah dan kehidupan sehari-hari dengan mengandalkan kerja part-time. Kalaupun kekurangan uang, mereka “ meminjam “ uang kepada orangtua yang nantinya akan mereka kembalikan.
  1. KERJA KELOMPOK
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Kerja dalam kelompok merupakan salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Musyawarah mufakat atau sering disebut “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “ rin-gi “.
  1. HIDUP HEMAT
Orang Jepang terkenal dengan pola hidup hemat. Sikap antikonsumerisme berlebihan sangat tampak dalam kehidupan sehar-hari. Banyak keluarga Jepang memilih menggunakan bus dan kereta daripada membeli mobil untuk menghemat pengeluaran. Penggunaan sepeda sebagai alat transportasi menjadi pemandangan umum di Jepang, karena di samping hemat juga ramah lingkungan.

  1. INOVASI
Mungkin Jepang bukan merupakan bangsa penemu, namun inovasinya terhadap  perangkat-perangkat elektronika maupun otomotif mampu membuat jepang sebagai negara pengembang teknologi terkemuka.  Seagaimana kita ketahui perangkat elektronika dan otomotif pertama kali ditemukan bukan di Jepang, namun merek-merek Jepang mampu menguasai pasar dunia.
  1. JAGA TRADISI
Pesatnya perkembangan teknologi dan ekonomi Jepang tidak serta merta membuat bangsa Jepang meninggalkan tradisi dan budayanya. Budaya minta maaf, budaya malu, budaya menghormati oang lain masih dijaga oleh orang jepang. Pertanian dipandang sebagai tradisi luhur yang harus dilindungi. Guna mnlindungi petani dari persaingan komoditas pertanian dari luar negeri, pemerintah Jepang memberikan pengurangan pajak bagi lahan yang digunakan bertani. Bahkan bagi orang-orang yang mau bertahan di dunia pertanian pemerintah memberikan insentif.
            Sebagai bangsa berkembang Indonesia tampaknya harus banyak belajar dari bangsa Jepang. Sebenarnya sumber daya alam bangsa Indonesia cukup memadai, namun ketercukupan sumber daya alam tampaknya belum cukup sebagai modal untuk menjadi negara yang maju. Peningkatan kulaitas sumber daya manusia menjadi kunci bagi ketercapain tujuan tersebut. Peningkatan kulitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan baik secara formal maupun nonformal perlu lebih ditingkatkan. Kesadaran kolektif sebagai sebuah bagian dari bangsa Indonesia perlu dibangun, guna meningkatkan kepedulian terhadap segala probelmatik republik ini. Tanpa ada kesamaan pandangan dalam membangun negeri ini maka keterpurukan dalam teknologi dan ekonomi akan semakin parah.’Audzubillah min dalik. 

Sumber bacaan : “ DAPAT APA SIH DARI UNIVERSITAS “ Oleh Romi Satria Wahono, 2009