Gadget

This content isn't available over encrypted connections yet.

Friday, 1 October 2010

KEKERASAN DI SEKOLAH

Beberapa hari ini Ridam tidak masuk sekolah dengan alasan yang tidak jelas. Kejadian ini tentunya  membuat orang tuanya menjadi  bingung dan memutuskan meminta bantuan guru di sekolahnya untuk merayu Ridam agar mau berangkat sekolah lagi.Mendapat laporan dari orang tua Ridam, wali kelas dan guru BK segera meluncur ke rumah Ridam. Setelah melalui investigasi dan persuasi yang membutuhkan kesabaran dan waktu yang tidak pendek akhirnya diketahui  alasan mengapa Ridam tidak mau masuk sekolah dan meminta untuk pindah sekolah. Ridam yang baru kelas tujuh SMP,  selama ini sering mengalami kekerasn fisik maupun mental dari kakak-kakak kelasnya. Adapun kekerasan yang dialaminya dari pemalakan diikuti dengan ancaman sampai dengan pemukulan oleh kakak kelas.

Kasus di atas tentunya bukanlah hal yang asing lagi terjadi di sekolah. Tindakan kekerasan yang dilakuakn oleh siswa kepada siswa lain baik secara individual maupun kelompok sering terjadi di sekolah. Bentuk bentuk kekerasan yang sering terjadi biasanya berupa pemukulan, mengejek, mengancam, memalak, melecehkan, menjuluki , meneror, memfitnah mendiskriminasi dan sebagainya. Tindakan kekerasan yang b ersifat mengganggu orang lain tersebut saat ini lebih dikenal dengan istilah bullying. Bahkan dengan kemajuan teknologi bullying dilakukan juga melalu facebook, email dan chatting. Parahnya melalui dunia maya tindakan bullying mempunyai dampak merugikan yang relatif besar bagi korban mengingat sifat penyebarannya yang tanpa  batas.
Tindakan bullying di sekolah biasanya dilakuakan oleh siswa atau kelompok yang merasa mempunyai kekusaan atau fisik yang lebih dibanding korbannya. Siswa yang melakukan bullying biasanay berusaha mengancam korbannya untuk tidak melapor kepada pihak sekolahdan orang tua. Semakin korban tidak berdaya maka pelaku terangsang untuk melakukan tindakan yang lebih dari sebelumya.
Sisiwa yang mengalami kekerasan di sekolah akan merasakan emosi negatif, seperti perasaan tertekan ,takut, sedih tidak nyaman marah yang terpendam. Bagi siswa yang sudah merasa tidak tahan terhadap tekanan yang dialami biasnya akan malas masuk sekolah bahkan tidak betah di sekoalh  selanjutnya ingin pindah sekolah. Kalaupun bertahan biasanya akan muncul rasa rendah diri , konsentrasi belajar terganggu, dan akibatnya prestasi belajar menurun. Dampak yang lebih parah adalah timbulnya perasaan cemas berlebihan, perasaan takut yang berkepanjangan bahkan muncul keinginnan untuk bunuh diri.
Pencegahan
Merupakan kewajiaban sekolah untuk melindungi peserta didik dar terjadinya tindak kekerasan terhadap siswa. Apabila tindak kekerasan di sekolah tidak ditangani secara serius akan berdampak negatif terhadap kondisi lingkungan belajar siswa. Kondisi lingkungan yang kurang kondusif untuk kegiatan belajar akan berdampak kepada penurunan pretasi belajar siswa dan prestasi sekolah secara umum. Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh sekolah berkaitan dengan pencegahan atau  minimalisasi terjadinya tindak kekerasan di sekolah. Langkah –langkah tersebut diantaranya :
  1. Sekolah perlu menrapkan peraturan yang dapat meminimalisasi terjadinya tindak kekerasan di sekolah.
  2. Sekolah menyediakan berbagai kegiatan positif kepada siswa yang dapat membangun sikap sportifitas kebersamaan, dan saling,menyayangi antar warga sekolah.
  3. Perlu diabngun komunikasi secara terbuka antar sekolah dengan,orang tua dan siswa melaui pertemuan-pertuan yang secara rutin diadakan.
  4. Sekolah membuka layanan pengaduan bagi siswa yang megalami tindak kekerasan di sekolah .
  5. Optimalisasi peran guru wali kelas dan guru bimbingan dalam penanganan siswa yang menjadi pelaku maupun korban tindak kekerasn di sekolah.
  6. Perlu tindakan tegas terhadap siswa yang melakuakan tidakan kekerasan di sekolah yang sudah melampaui batas-batas toleransi yang telah diberikan.
  7. Melakukan kampanye anti bullying dengan melibatkan seluruh warga sekolah khsusunya siswa.
Terciptanya sekolah yang bersih dari tindakan kekerasan tidak hanya perlu dukungan pihak-pihak  yang terkait, yang paling utama adalah peran guru sebagai teladan. Kekerasan di sekolah tidak hanya terjadi antar siswa , kekerasan secara fisik maupun mental terhadap siswa juga sering dilakaukan oleh guru kepada siswa. Dengan dalih sebagi hukuman siswa yang dianggap melanggar tata tertib sring mengalami kekerasan secara fisik atau mental. Ucapan-ucapan yang menjurus melecehkan pribadi siswa tanpa disdari sering dialakuakn pada saat kegiatan belajar mengajar. Bahkan guna membangun kewibawaan tidak sedikit guru melemahkan siswa dengan melakukan tekanan secara psikis dalam bentuk ejekan, pemberian julukan yang merendahkan sampai dengan kekerasana fisik.
Terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dari tindakan kekerasan adalah harapan kita semua. Dengan bebasnya sekolah dari tindak kekerasan akan membuat sekolah lebih kondusif untuk kegiatan belajar mengajar, yang berujung pada peningkatan prestasi belajar siswa dan prestasi sekolah secara umum.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan komentar di sini. Apabila komentar membutuhkan suatu jawaban, maka saya akan segera menjawabnya. Terima kasih.