Gadget

This content isn't available over encrypted connections yet.

Friday, 25 November 2011

MODEL PEMBELARAN WINDOW SHOPPING


"Penjaga Toko" sedang memberi penjelasan
           Model pembelajaran Window Shopping saya peroleh saat mengikuti sebuah pelatihan sebagai guru pemandu di LPMP Jawa Tengah.Istilah Window Shopping biasa diartikan sebagai kegiatan jalan di pasar atau di mal hanya sekedar melihat-lihat saja tanpa belanja sesuatu.Dalam model pemebelajaran ini memang ada kegiatan siswa berjalan-jalan melihat-lihat hasil pekerjaan kelompok lain. Namun demikian siswa yang berkunjung bukan berarti tidak menadapat apa-apa. Siswa yang berkunjung akan mendapat ilmu. Kalau saya sendiri memodifikasi model pembelajaran dengan istilah  Belanja Ilmu. Dalam model pembelajaran Belanja Ilmu siswa tidak hanya melihat-lihat hasil pekerejaan kelompok lain tetapi juga mencatat hasil pekerjaan tersebut untuk saling berbagi dengan anggota kelompoknya. Sehingga setiap anggota yang berkunjung juga berbelanja ilmu untuk oleh-oleh anggota lainnya khususnya anggota yang bertugas sebagai “penjaga toko”.   

Model pembelajaan ini sangat menarik. Dalam pembelajaran menggunakan model ini di samping adanya kerja kelompok juga terdapat kegiatan tutor sebaya.Model pembelajaran ini dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dan juga memberi latihan yang bersifat pemecahan masalah.Adapun langkah-langkah model pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Siswa dibuat menjadi beberapa kelompok
  2. Guru mebagikan soal yang berbeda kepada tiap-tiap kelompok.Soal diusahakan merupakan soal pemecahan masalah. Agar lebih adil pemberian soal dengan cara diundi.
  3. Secara berkelompok siswa mengerjakan soal yang telah diberikan guru. Hasil penyelesaian soal ditulis dalam selembar kertas manila atau sejenisnya. Dalam kegiatan ini guru memberikan bimbingan seperlunya.
  4. Hasil pekerjaan tiap kelompok kemudian di pajang di dinding sekitar kelas. Kegiatan inilah yang diumpamakan membuka toko di Mal. Tentu saja dengan penyelesaian soal sebagai pajangannya.
  5. Dilakukan pemabagian tugas tiap kelompok. Ada anggota kelompok yang bertugas menjaga toko dan yang lainnya berjalan-jalan untuk mengunjungi toko kelompok lain.
  6. Siswa sebagai penjaga toko diharapakan mampu memberi penjelasan kepada anggota kelompok lain yang membutuhkan penjelasan terkait penyelesaian yang dipajang. Untuk itu dianjurkan memilih penjaga yang mampu berkomunikasi dengan baik dan memahami hasil pekerjaan kelompok. Pada kegiatan inilah munculnya aktifitas tutor sebaya.
  7. Bagi anggota kelompok yang betugas berkunjung pada kelompok lain di samping berhak menadapat penjelasan juga berhak memberi masukkan dan koreksi terhadap pekerjaan kelompok yang dikunjunginya dengan menuliskannya di lembar pekerjaan kelompok tersebut.Kelompok yang berkunjung mencatat pekerjaan kelompok yang dikunjungi.
  8. Setelah waktu yang telah ditentukan selesai, masing-masing anggota yang berkeliling kembali ke kelompok asal.
  9. Setelah kembali anggota kelompok bertukar informasi berdasarkan hasil kunjungan yang telah dilakukan.
  10. Selanjutnya guru berkeliling untuk mengecek hasil pekerjaan dan melihat hal-hal yang  perlu diperbaiki dan memberikan komentar terhadap hasil pekerjaan tiap-tiap kelompok.
  11. Guru melakukan konfirmasi berupa umpan balik dan koreksi terhadap pekrjaan tiap-tipa kelompok secara klasikal.
  12. Untuk mengetahui   pemahaman siswa dilakukan kuis secara individu dengan soal yang tipenya sama dengan soal yang telah dikerjakan oleh semua kelompok.
Penulis sudah mencoba model pembelajaran ini. Siswa sangat antusias dalam melakukan kegiatan ini. Dari kegiatan ini muncul siswa-siswa  yang berbakat menjadi guru. Hal ini dapat dilihat dari cara siswa tersebut dalam menjelaskan hasil kerja kelompoknya kepada siswa yang bertanya. Kesabaran siswa yang bertugas menjaga “toko” juga diuji terhadap pertanyaan teman-temannya yang hanya ingin sekedar  mengetes kemampuan penjaga.
Bagi rekan guru silakan mencoba model pmbelajaran ini, sebagai bentuk varisasi pembelajaran. Sayangnya penulis belum mendapat sumber pustaka yang memuat model pembelajaran ini. Sumber pustaka tentunya sangat diperlukan jika model pembelajaran ini akan dimanfaatka dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Untuk itu bagi pengunjung yang mempunyai informasi terkait hal tersebut masukannya sangat diharapkan.
SELAMAT MENCOBA !.





3 comments:

  1. Assalam,,
    Pak, ada jurnal tentang model ini ??

    ReplyDelete
  2. Maaf Mbak Rofita, model pembelajaran ini saya peroleh dari pelatihan untuk pustaka referensinya sampai saat ini saya belum temukan. JIka saya nanti dapat referensi tertulis akan saya beritahukan. Suwun kunjungannya..

    ReplyDelete
  3. kajian teorinya ada gak kang.....?

    ReplyDelete

Tinggalkan komentar di sini. Apabila komentar membutuhkan suatu jawaban, maka saya akan segera menjawabnya. Terima kasih.