Gadget

This content isn't available over encrypted connections yet.

Saturday, 27 November 2010

ARTIKEL GURU nDESO MASUK LIMA BESAR TERBAIK di BLOG AGUPENA JATENG

Wednesday, 24 November 2010 (07:13) | 6 views | 0 komentar
http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/hs224.ash2/48974_100001202807715_8067_n.jpg
SURAT KEPUTUSAN KETUA UMUM
ASOSIASI GURU PENULIS INDONESIA (AGUPENA)
WILAYAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2010
Nomor : 00061/Kpts/AGP-Jateng/XI/2010
Tentang
Penetapan 5 (Lima) Karya Tulis Terbaik yang Dimuat di Blog agupenajateng.net
Periode Bulan Nopember 2009-Nopember 2010
Menimbang :
1. bahwa kemampuan menulis guru di Jawa Tengah perlu terus didorong dan diitngkatkan ;
2, bahwa salah satu upaya untuk memotivasi guru di Jawa Tengah untuk aktif menulis perlu diberi penghargaan;
3. bahwa salah satu kegiatan yang mendukung upaya tersebut di atas adalah pemilihan karya tulis terbaik yang diterbitkan di Blog Agupena Jateng pada periode satu tahun terakhir.
Mengingat :
1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Agupena;
2. Program kerja Agupena Jawa Tengah point 21 tentang pemberian penghargaan kepada pengurus dan anggota;
3. Ikut berpartisipasi dalam memperingati Hari Guru Nasional Tanggal 25 Nopember 2010.
Memperhatikan :
Laporan dari Pengelola Blog Agupena Jawa Tengah yang dikoordinasikan oleh Bapak Drs. Sawali, M.Pd tentang usulan 5 (lima) karya tulis terbaik yang diterbitkan di blog Agupena Jateng periode Nopember 2009-Nopember 2010.
Memutuskan
MENETAPKAN :
Pertama : 5 (Lima) karya tulis sebagai kategori Terbaik I, II, III, IV dan V yang telah diterbitkan di Blog Agupena Jawa Tengah periode Nopember 2009-Nopember 2010 sesuai dengan yang disebutkan pada lampiran surat keputusan ini.
Kedua : memberikan penghargaan berupa PIAGAM kepada para penulis yang karyanya terpilih sebagai karya tulis terbaik sesuai dengan yang disebutkan pada lampiran surat keputusan ini.
Ketiga : keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan tidak dapat diganggu gugat oleh pihak manapun.
Diputuskan di : Banyumas
Pada tanggal : 24 Nopember 2010
KETUA UMUM
DENI KURNIAWAN AS’ARI
Tembusan :
1. Ketua Umum Agupena Pusat (sebagai laporan);
2. Dewan Penasehat Agupena Jawa Tengah;
3. Dewan Pembina Agupena Jawa Tengah;
4. Para Ketua Agupena Cabang se-Jawa Tengah
5. Ybs;
6. Arsip
Lampiran Surat Keputusan Ketua Umum Agupena Jawa Tengah
Nomor : 00061/Kpts/AGP-Jateng/XI/2010
Tanggal : 24 Nopember 2010
Tentang : Penetapan 5 (Lima) karya tulis terbaik di Blog Agupena Jateng 2010
Daftar 5 (Lima) Karya Tulis Terbaik
TERBAIK I
Judul : Integritas Dunia Pendidikan Kita
Terbit : Tanggal 31 Oktober 2010 (http://agupenajateng.net/2010/10/31/integritas-dunia-pendidikan-kita/)
Penulis : Ari Kristianawati, S.Pd. (Guru SMA N 1 Sragen, Jawa Tengah)
Tulisan ini secara kritis membidik tentang kondisi carut-marut dunia pendidikan kita yang beraroma korup dan tidak adil, sehingga gagal memberikan pencerahan dan pencerdasan kepada seluruh anak bangsa. Mahalnya biaya pendidikan telah membuat banyak anak-anak bertalenta hebat dari kalangan masyarakat miskin gagal mendapatkan akses pendidikan yang layak. Dalam kondisi demikian, tegas sang penulis, perlu ada upaya serius untuk membangun kembali integritas moral dunia pendidikan dengan menghapus anasir korupsi, liberalisasi, fundamentalisme parsial, serta feodalisme. Dunia pendidikan yang maju adalah yang melahirkan generasi cerdas dan bermoral.***
TERBAIK II
Judul : GURU, WALI BANGSA YANG SERING TERABAIKAN
Terbit : 29 Agustus 2010 (http://agupenajateng.net/2010/08/29/2284)
Penulis : Diyono Adhi Budiyono, S.Pd . (Guru SMA 3 Muhammadiyah Watukelir)
Tulisan ini berupaya mengkritisi sikap pemerintah yang lamban dalam merespon UU Guru dan Dosen dan PP tentang sertifikasi guru. Keterlambatan pemerintah dalam memberikan tunjangan profesi kepada guru yang telah mendapatkan sertifikat pendidik mengindikasikan bahwa hak guru hingga kini masih banyak diabaikan. Padahal, gurulah yang berada di garda depan dan telah memiliki jasa besar terhadap kecerdasan dan kemajuan sebuah bangsa. Dengan gaya “satire”, sang penulis mengungkapkan bahwa jika bangsa Indonesia tak ingin mendapatkan predikat sebagai Si Malin Kundang, seorang tokoh “legendaris” yang dinilai telah durhaka kepada ibunya, maka jangan sampai lupa kepada wali bangsanya sendiri, guru yang melahirkan dan membimbing bangsa ini menjadi bangsa yang besar di tengah lalu lintas peradaban dunia.
TERBAIK III
Judul : GURU PROFESIONAL, KEBERADAANNYA SELALU ADA
Terbit : 28 Januari 2010 (http://agupenajateng.net/2010/01/28/guru-profesional-keberadaannya-selalu-ada/)
Penulis : Supandi, s.Pd., M.M. (Guru SMP N 2 Binangun,  Cilacap)
Tulisan ini secara inspiratif mengajak rekan-rekan sejawat untuk melakukan perubahan mind-set dalam memosisikan dirinya sebagai guru profesional. Sikap dasar yang perlu segera dimiliki oleh para guru, tegas sang penulis, adalah kemauan untuk menggeser paradigma dari old vision (visi lama) ke new vision (visi baru) yang kreatif dan inovatif. Itu artinya, seorang guru profesional harus senantiasa meng-upgrade diri dengan terus berguru dari berbagai sumber ilmu agar mendapatkan asupan “gizi rohaniah” yang tak pernah kering. Dengan cara demikian, guru akan senantiasa tampil kreatif dan inovatif di depan para peserta didik, sehingga bisa memberikan inpirasi buat anak-anak bangsa dalam menggapai masa depannya.
TERBAIK IV
Judul : Daerah Putih, Daerah Abu-Abu, dan Daerah Hitam dalam Pelaksanaan UN
Terbit : 21 April 2010 (http://agupenajateng.net/2010/04/21/daerah-putih-daerah-abu-abu-dan-daerah-hitam-dalam-pelaksanaan-un/)
Penulis : Agus Suwarno, S.Pd (Guru SMP N 2 Baturraden, Banyumas)
Tulisan ini berupaya mengkritisi pelaksanaan UN yang selama ini dinilai belum steril dari berbagai bentuk kecurangan dan ketidakjujuran. Untuk meningkatkan citra dan marwah sekolah, tak jarang para pengambil kebijakan di tingkat lokal menghalalkan segala cara untuk memburu angka-angka UN. Jika situasi seperti itu terus berlanjut, bukan tidak mungkin generasi masa depan negeri ini cenderung akan menjadi “robot zaman” yang miskin nilai kejujuran dan kemandirian. Oleh karena itu, penulis mengusulkan perlu adanya format baru dalam pelaksanaan UN. Jika UN dirasakan penting sebagai upaya pemerintah memetakan kualitas pendidikan di Indonesia dan sebagai dasar pengambilan kebijakan, maka UN diharapkan tidak menjadi momok bagi sekolah khususnya peserta didik. Perlu adanya pemahaman bahwa UN adalah sebuah evaluasi yang memang harus dilalui peserta didik untuk mengetahui layak tidaknya meningkat ke jenjang berikutnya. Peserta didik harus belajar bahwa untuk mencapai cita-cita yang diinginkannya harus melalui belajar, bekerja keras dan yang utama kejujuran. Untuk itu, perlu reward bagi sekolah-sekolah yang berusaha jujur dalam pelaksanaan UN meskipun persentase kelulusan belum memuaskan dan punishman atau hukuman yang keras bagi sekolah yang menggunakan cara-cara haram dalam penyelenggaraan UN. Bahkan jika perlu untuk memunculkan efek jera di umumkan sekolah-sekolah yang dikategorikan sebagai sekolah hitam, yaitu sekolah dengan tingkat kecurangan 90-100 %.
TERBAIK V
Judul : Tantangan Penelitian Tindakan Kelas
Terbit : 23 Juli 2010 (http://agupenajateng.net/2010/07/23/tantangan-penelitian-tindakan-kelas/)
Penulis : ROTO, S.Pd. (Guru SMP N 1 Sumowono, Semarang)
Tulisan ini berupaya mengajak rekan-rekan sejawat untuk menjadi guru peneliti melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Secara akademis, kata sang penulis, PTK mempunyai tujuan yang teramat mulia yaitu mengatasi problem yang ada di kelasnya. Siapa pun pelaku guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pasti tidak lepas dari problem menjabarkan pokok materi di kelasnya. Secara padat dan ringkas, penulis memaparkan beberapa strategi praktis yang bisa ditempuh oleh para guru dalam mendesain dan melaksanakan PTK. Ya, ya, sebuah tulisan yang layak dibaca di tengah fenomena “rabun meneliti” yang dinilai masih sering hinggap di kalangan guru. ***

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan komentar di sini. Apabila komentar membutuhkan suatu jawaban, maka saya akan segera menjawabnya. Terima kasih.