Friday, 25 November 2011

MODEL PEMBELARAN WINDOW SHOPPING


"Penjaga Toko" sedang memberi penjelasan
           Model pembelajaran Window Shopping saya peroleh saat mengikuti sebuah pelatihan sebagai guru pemandu di LPMP Jawa Tengah.Istilah Window Shopping biasa diartikan sebagai kegiatan jalan di pasar atau di mal hanya sekedar melihat-lihat saja tanpa belanja sesuatu.Dalam model pemebelajaran ini memang ada kegiatan siswa berjalan-jalan melihat-lihat hasil pekerjaan kelompok lain. Namun demikian siswa yang berkunjung bukan berarti tidak menadapat apa-apa. Siswa yang berkunjung akan mendapat ilmu. Kalau saya sendiri memodifikasi model pembelajaran dengan istilah  Belanja Ilmu. Dalam model pembelajaran Belanja Ilmu siswa tidak hanya melihat-lihat hasil pekerejaan kelompok lain tetapi juga mencatat hasil pekerjaan tersebut untuk saling berbagi dengan anggota kelompoknya. Sehingga setiap anggota yang berkunjung juga berbelanja ilmu untuk oleh-oleh anggota lainnya khususnya anggota yang bertugas sebagai “penjaga toko”.   

Saturday, 19 November 2011

CONTOH LAMPIRAN PTK


                                        




Pada penyusunan laporan PTK yang tidak kalah pentingnya adalah lampiran-lampiran yang harus disertakan. Lampiran sangat penting guna menunjukkan orsinilitas dan keabsahan PTK. Adapun lampiran-lampiran tersebut  diantaranya adalah :
Lampiran 1 : Surat Ijin Penelitian
Lampiran 2 : Data Tentang Kondisi Awal
                                2.a. Data Y1 ( lengkap dengan nama dan hasilnya )
                                2.b. Data Y2 (lengkap dengan nama dan hasilnya)
Lampiran 3 : Data siklus I
                                3.a. Lemba Pengamatan Y1 . Data observasi ini ditandatanagani  peneliti atau observer
                                3.b. Contoh lembar hasil pengamatan ( Foto Copy )
                                3.c. Rekap hasil pengamatan
                                3.d. Kisi-kisi soal
                                3.e. Buti soal ( soal dan lembar jawabannya )
                                3.f. Kunci jawaban
                                3.g. Pedoman Penilaian
                                3.h. Contoh lembar jawab hasil pekerjaan siswa ( Foto Copy )
                                3.i. Daftar hadir tiap siklus ( sejumlah pertemuan )
                                3.j. Rekap daftar nilai ulangan siklus I
Lampiran 4 : Data Siklus II
                                Lampiran  siklus II seperti pada siklus I.

 Demikian sedikit informasi yang saya kira sangat bermanfaat bagi guru yang akan ber-PTK. Selanjutnya bagi pengunjung yang mempunyai informasi tambahan terkait lampiran laporan PTK masukan sangat ditunggu. Oh ya, untuk dokumentasi foto dapat dimasukkan dalam laporan yaitu pada bagian yang menguraikan kegiatan tiap siklus. Foto yang ditampilkan relevan dengan penjelasan kegiatan yang ada. Lumayan untuk nambah-nambah halaman laporan.  Selamat mencoba !.






Saturday, 5 November 2011

PREDIKSI SKL UN MAPEL MATEMATIKA TAHUN PELAJARAN 2011 /2012


       Pada tanggal 2 November 2011 lalu MGMP Matematika SMP Kabupaten Banyumas menyelenggarakan Seminar Prediksi SKL UN Mata Pelajaran Matematika SMP Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan narasumber Bapak Mohammad Ridho, tim editor naskah UN. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dengan penerbit Erlangga.
                  Peserta kegiatan tersebu tidak hanya dari wilayah Banyumas saja tetapi juga dari Purbalingga dan Cilacap. Begitu antusiasnya para guru untuk mengikuti kegiatan tersebut, panitia harus menyediakan kursi tambahan. Antusiasme para guru untuk mengikuti kegiatan tersebut adalah wajar adanya. Para guru ingin mendapatkan informasi lebih dini terkait SKL UN yang akan datang. Dengan informasi lebih dini diharapakan guru dapat mempersiapakan putra-putrinya dalam pelaksanaan UN mendatang lebih matang sehinggadiharapkan  memperoleh nilai yang memuaskan. 
              Bagi rekan guru yang tidak bisa mengikuti kegiatan tesebut penulis akan menyajikan hasil rangkumannya. Selanjutnya penulis berharap rangkuman ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan semua.Inilah hasil rangkuman kegiatan tersebut :






Monday, 24 October 2011

TEKNIK PENULISAN BAB III PTK

    1. Pada bab ini peneliti perlu menguraikan sub bab yang terkait dengan :
                 A.  Seting  Penelitian
             B.Subyek dan Obyek Penelitian
                 C. Sumber Data
             D. Teknik dan Alat Pengumpul     Data
             E.Validasi Data
             F.Analisi Data
             G.Indikator Kinerja
                                                                                H. Prosedur Tindakan
      Selanjutnya akan diuraikan teknik penyusunan untuk tiap-tiap sub bab di atas.
      A.   Seting  Penelitian
      Seting penelitian terdiri dari waktu penelitian dan tempat penelitian.
      1.       Waktu Penelitian
      Pada bagian ini diuraikan waktu penelitian mulai dari penyusunan proposal penelitian sampai dengan penyusunan laporan yang sudah disempurnakan. Sebuah PTK wajarnya dilakukan satu penelitian dalam satu semester. Menjadi  tidak wajar dalam satu semester  dapat melakukan penelitian lebih dari satu penelitian meskipun hal itu bisa saja terjadi. Untuk itu seting waktu penelitian umumnya dalam waktu enam bulan. Dalam enam bulan dapat diuraikan langkah-langkah yang akan dilakukan. Misalnya penelitian dilkukan pada semester dua yang diwali pada bulan Januari maka dapat diuraikan :
      Januari            :   Penyusunan proposal  dan Penyusunan Instrumen Penelitian
      Februari          :  Pengumpulan data dengan melakukan tindakan pada siklus I
      Maret             : Pengumpulan data dengan melakukan tindakan pada siklus II
      April               : Analisis data yang telah dikumpulkan pada siklus I dan siklus II
      Mei                : Pembahasan dan diskusi terkait hasil analisis data sebagai bentuk validasi. Tentu saja agar hasil penelitian lebih  teruji maka perlu dibuat laporan sementara untuk diseminarkan.Selanjutnya masukan dari peserta seminra dapat digunakan untuk penyempurnaan laporan PTK.
         Juni                  : Penulisan laporan PTK yang telah disempurnakan.

Wednesday, 19 October 2011

ANAK SAYA DIBERI NAMA ” GARENG”


Wayang Bang Rhoma Irama, "Terlalu!"
      Malam  itu anak saya meminta tanda tangan hasil ulangan tengah semester tengah semester yang  telah dilaksanakan. Saya kemudian melihat lembar demi lembar hasil ulangan  tersebut. Lega rasanya setelah melihat nilai yang dicapai. Lumayan, tidak terlalu mengecewakan, mengingat anak saya paling susah kalau diminta belajar. Dengan semangat saya tanda tangani lembar hasil ulangan. Namun saya agak kaget ketika akan menandatangani pada sebuah lembar hasil ulangan . Lho kok bisa ?. Ya bisa, lha wong pada lembar tersebut pada isian nama tertulis kata “gareng”.Tulisan itu menggunakan tinta merah dan terlihat rapi, pasti tulisan guru anak saya, demikian batin saya menebak. Saya tanyakan kepada anak saya , apakah lembar ulangan  tersebut miliknya . Anak saya mengiyakan, katanya karena lupa menulis nama maka sang guru menulis “gareng” pada isian nama.Benar kan?. Tampaknya anak saya tidak keberatan, dan menganggap itu sebagai bentuk hukuman atas kelalaian menulis nama. Namun demikian dalam hati saya agak sedikit dongkol. Masak nama anak saya yang diberikan dengan kenduri, bahkan menyembelih dua ekor kambing diganti dengan nama “Gareng” tanpa tumpeng tanpa bubur merah lagi. Gareng adalah tokoh punakawan berhidung bulat besar, tubuhnya pendek, tangannya “ceko”  kalau jalan miring  mirip kepiting. Asem tenan!. “ Aja Nesu ! “, ledek istri saya melihat wajah saya terlihat sewot. Padahal kalimat tersebut biasanya sering saya ucapkan untuk meredam kesewotan istri saya, sekarang malah berbalik. Hm, gantian ni ye !.  Dan sebagai bentuk protes ketidaksetujuan atas peng”Gareng”an nama anak saya, lembar ulangan tersebut tidak saya tanda tangani. Titik !!!.

Friday, 30 September 2011

CONTOH LAPORAN PTK Peer Tutor Plus Startegy


LAPORAN AKHIR PENELITIAN






MENINGKATKAN PARTISIPASI  BELAJAR MATEMATIKA  DENGAN STRATEGI  PEMBELAJARAN  PEER TUTOR plus Strategy  PADA SISWA KELAS IX  SMP NEGERI 2 BATURRADEN
TAHUN PELAJARAN 2008/2009



HASIL PENELITIAN
 




Oleh :
AGUS SUWARNO, S. Pd
NIP. 19700823 199412 1 001
Guru Matematika
SMP Negeri 2 Baturraden

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANYUMAS
SMP NEGERI 2 BATURRADEN
  PROVINSI JAWA TENGAH
TAHUN 2009

BAB  I
PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang  Masalah
Budaya belajar pada siswa SMP Negeri 2 Baturraden khususnya siswa kelas IX tergolong rendah. Hal ini dapat disimpulkan dari diskusi-diskusi kecil para guru pada saat jam istirahat. Para guru rata-rata mengeluhkan rendahnya kesadaran siswa untuk  mengerjakan pekerjaan rumah dan tugas-tugas mandiri.Pada saat kegiatan belajar  di kelas sebagian besar siswa cenderung pasif. Hal ini juga terjadi pada kegiatan belajar mengajar matematika. Akibat dari kondisi  ini rata-rata prestasi belajar siswa menjadi rendah.
  Rendahnya motivasi belajar siswa khususnya pada siswa kelas IX berakibat pada hasil Ujian Nasional yang kurang memuaskan, bahkan tingkat kelulusan  kelulusan tiga tahun terakhir kurang dari 90%. Dari hasil Ujian Nasional dapat diketahui terdapat kesenjangan antara siswa yang bernilai rendah dan yang bernilai tinggi. Hal ini menununjukkan adanya ketidak merataan pemahaman materi pelajaran pada siswa.Pada siswa yang aktif relatif mendapat nilai yang tingi sedang pada siswa yang pasif rata-rata nilainya rendah.                                          

Hasil Ujian Nasional Siswa SMP Negeri 2 Baturraden
Dari Tahun Pelajaran 2005/2006 s.d 2007/2008
  

  Tahun Pelajaran
Mata Pelajaran

Rata-rata

%Kelulusan
B.Indonesia
B. Inggris
Matematika
I P A
2005 / 2006
7,65
5,47
5,44
­­_
6.19
60,98
2006 / 2007
7,58
5,31
5,71
­­–
6.20
83,25
2007 / 2008
7,14
5,05
5,33
5,71
5.81
83,00


Monday, 19 September 2011

KEMBALIKAN TANGAN ADIK YAH !


Anak adalah buah hati kita janganlah tersakiti 
Pagi itu Pak Tedjo tampak asyik mengelap mobil baru di depan rumahnya. Mobil yang sebenarnya tidak kotor itu Ia lap berulang-ulang. Tampaknya Pak Tedjo tidak rela jika ada satu butir debupun menempel di badan mobilnya. Andai saja ada seekor lalat  yang hinggap di badan mobil itu mungkin akan tergelincir karena saking kinclongnya bodi mobil tersebut. Ya, Pak Tedjo baru saja membeli mobil baru. Mobil berwarna silver itu tampak menghiasi depan rumahnya, maklum garasinya belum jadi. Bahkan mobil tersebut belum keluar surat-suratnya sehingga belum bisa dikendarai di jalan raya.
Sejak kedatangan mobil itu Pak Tedjo mempunyai kebiasaan baru. Setiap pagi sebelum berangkat mengajar dan sore hari setelah pulang kerja Ia sibuk  mengelap mobil  kemudian dipandangi berlama-lama. Kebiasaan itu menggantikan kebiasaan lama yaitu, memandikan dan menyiapkan perlengkapan sekolah  putra semata wayangnya dan setelah pulang kerja  bercengkerama dengan putra tersayang yang masih duduk di TK . Kehadiran mobil baru itu cukup menyita perhatian Pak Tedjo sehingga mengubah seratus delapan puluh derajat kebiasaan lamanya.