Gadget

This content isn't available over encrypted connections yet.

Saturday, 9 June 2012

MENJADI GURU GAUL



Guru gaul selalu berusaha membangun keakraban
dengan siswa.(foto.dokumen pribadi )

Sosok seorang guru dalam sinetron-sinetron di televisi sering digambarkan sebagai sosok yang galak, tegang dalam menyampaikan pelajaran dan tidak ramah kepada siswa. Kalau tidak, sosok guru sering juga digambarkan sebagai seorang yang culun, kurang paham dengan perkembangan jaman dan tidak nymabung kalau diajak ngobrol siswa.


Tentu saja gambaran guru yang ada di sinetron sering dilebih-lebihkan, lebay istilah anak sekarang. Namun demikian tidak dapat dipungkiri keberadaan guru yang galak, tidak ramah, kurang nyambung jika diajak ngobrol dengan siswa tentu saja ada dalam realita kehidupan sekolah.


Bagi para siswa mempunyai guru yang  cerdas, menguasai materi pelajaran, tentu sangat diharapkan. Tetapi jika dalam penyampaian materi guru tersebut kurang membuat siswa nyaman, kering , tidak dapat melakukan pendekatan dengan siswa tentu  membuat siswa kurang simpatik. Guru yang demikian sering diistilahkan oleh siswa sebagai guru yang kurang gaul.

Ya, seorang guru tidak hanya dituntut untuk cerdas. Saat ini guru juga dituntut menjadi seorang guru gaul. Apa itu guru gaul. Guru gaul adalah seorang guru yang mampu membangun komunikasi dengan anak didiknya dengan baik, tidak membuat jarak yang terlalu lebar terhadap siswa , mampu memahami bahasa pergaulan siswa. Guru gaul mampu menempatkan dirinya kapan  sebagai seorang kawan dan kapan sebagai orang tua.

Seorang guru gaul akan membuat nyaman situasi belajar mengajar. Kondisi kelas  yang nyaman membuat siswa akan lebih mudah dalam menerima materi ajar sang guru. Meskipun materi disampaikan dalam kondisi tidak tegang bukan berarti tidak mengindahkan tata tertib dan aturan yang berlaku. Seorang guru  gaul tetap harus mampu mengendalikan kelas tetap on the track  dengan fleksibelitas yang masih ditolerir.

Seorang guru gaul bukan berarti tanpa resiko. Sikap  fleksibel dan akrab dengan siswa sering di salah artikan sebagian siswa. Tidak sedikit siswa kemudian memperlakukan guru tersebut layaknya seorang teman atau sahabat  sebaya, dengan melakukan hal-hal yang masuk kategori kurang ajar. Jika hal tersebut dibiarkan tentu akan menjatuhkan wibawa guru.

 Di sini seorang guru gaul jangan sampai lengah terhadap perilaku siswa yang  menyalah artikan keakraban yang dibangun . Perlu segera peringatan kepada siswa yang cenderung kurang ajar. Guru harus mengungkapkan hal-hal yang tidak selayaknya dilakukan oleh para siswa.Sikap saling menghormati antar guru siswa perlu ditekankan.

Tentunya tidak semua guru ingin berubah menjadi guru gaul.Hal ini terkait dengan karakter,pemahaman terhadap hubungan siswa - guru, dan gaya mengajar yang sudah diyakini sudah tepat. Hal ini wajar karena tidak sedikit guru menganggap keakraban terhadap siswa sangat beresiko timbulnya tindak pelecehan oleh siswa.

 Sudah selayaknya setiap guru berusaha untuk terus berinovasi agar kegiatan pembelajaran yang dilakukan  tercapai tujuannya. Menciptakan suasana kelas yang nyaman, kondusif untuk belajar perlu juga diupayakan. Dengan menciptakan susana saling hormat antar guru dan siswa diharapkan dapat membnetuk karakter siswa yang cerdas dan berakhlak mulia. Semoga.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan komentar di sini. Apabila komentar membutuhkan suatu jawaban, maka saya akan segera menjawabnya. Terima kasih.