Gadget

This content isn't available over encrypted connections yet.

Monday, 9 April 2012

JANGAN LARANG ANAK ANDA NONTON TV


 Selama ini sering  kita baca banyak artikel yang memaparkan dampak negatif  TV terhadapa anak. Karena begitu gencarnya uraian tentang dampak negatif TV, tidak jarang memunculkan perasaan  antipati terhadap TV.TV dianggap sebagai kotak setan yang menjerumuskan anak kepada perilaku negatif. Bahkan pernah ada di suatu wilayah negara India para ibu beramai-ramai membuang televisi karena melihat perilaku anak-anak yang semakin kecanduan terhadap TV. 
 TV tidak selalu berdampak  negatif bagi anak. Ada beberapa manfaat yang  dapat diperoleh jika anak mengkonsumsi si kotak ajaib ini dengan benar.

1.       Membantu memahami dunia sekitar
Banyak acara  televis yang dapat membantu kita dalam memenuhi rasa keinginan anak. Acara yeng terkait dengan lingkungan sekitar flora dan fauna sangat membantu mengetahui perilaku hewan dan tumbuhan. Anak akan banyak mengetahui jenis hewan atau  tumbuhan yang bisa jadi tidak pernah di temui di lingkungan sekitar anak tinggal. 


2.       Membantu proses belajar baca tulis
Saya memperkenalkan huruf pertama kali anak bukan dari buku tapi dari televisi. Anak saya yang waktu itu belum genap dua tahun saya perekenalkan huruf dari nama-nama stasiun televisi yang biasanya tertempel maksud saya tertayangkan di ujung kanan atas atu kiri atas TV.Bahkan ada saudara yang heran saat anak saya menunjukkan ketrampilannya mengeja huruf  nama stasiun TV yang sedang ditayangkan.Saudara saya mengira anak saya sudah bisa membaca padahal anak saya sebatas mengenal huruf yang ada pada nama stasiun TV. Namun demikian dengan bekal huruf yang baru dikenalnya membuat anak tertarik untuk lebih mengenal huruf lainnya.

3.       Memperluas wawasan
TV bisa juga disebut sebagai ‘jendela dunia’ . Melalui TV anak dapat mempelajari berbagai budaya dari belahan dunia lain. TV membuat dunia seolah tidak bulat alias datar. untuk mengetahui keadaan, budaya, lingkungan dan berabagi katiftas lain cukup dengan menekan tombol remot TV.Peran orang tua diperlukan untuk memberi penjelasan terkait budaya yang tidak sesuai dengan norma sosial dan norma agama di Indonesia. Contohnya budaya cipika-cipiki antar lawan jenis dimana hal tersebut bagi buadaya barat bukan sesuatu yang dilarang.  Saya jadi teringat  waktu kecil saat  nonton film  TV jika ada adegan cipika cipiki serentak anak-anak diminta menutup mata dengan tangan. Karena penasaran saya mengintip disela-sela jari. Pada waktu itu adegan cipika-cipiki merupakan hal tabu. Di sinilah anak dilatih berpikir secara kontekstual.  Anak dilatih untuk dapat menerima keberagaman atau perbedayaan budaya.



4.       Memperkaya pengalaman hidup
Acara TV yang sering saya anjurkan untuk ditonton oleh anak didik saya adalah Orang Pinggiran, acara yang ditayangkan Trans7. Bagi saya saya acara ini sangat baik untuk melatih anak memiliki rasa empati dan simpati terhadap oarang-orang yang kurang beruntung. Salah satu episode terbaik yang pernah pada acar ini adalah episode kisah Siti gadis kecil penjual bakso. Begitu besar empati dan simpati  anak-anak  juga orang tua yang tergugah untuk membantu Siti, setelah menonton tayangan tersebut.Bahkan saya sengaja mengunduh epsidoe tersebut dari Youtube untuk saya tayangkan ulang kepada anak didik saya agar mereka terinspirasi dengan keuletan, ketabahan, kerja keras dan keikhlasan yang ditunjukkan oleh Siti.
 Tayangkan Televisi memungkinkan anak untuk mengalami berabagi hal tanpa harus  merasakannya sendiri. Mereka bahkan dapat merasakan penderitaan orang lain di layar televisi.Di samping itu juga anak juga dapat merasakan kesenangan yang ada pada layar TV. Lihat saja, saat seorang anak-anak  melihat lagu yang disenangi, mereka akan ikut menyanyi bahkan menari sebagaiman yang dilakukan oleh penyanyi aslinya di TV.

5.       Menunjang pelajaran sekolah dan pengetahuan umum
Bagi anda yang mempunyai putra -putri yang masih duduk di bangku SMP atau SMA, coba sesekali diajak untuk menjenaguk stasiun TV TVRI. Pada jam-jam tertentu terutama siang hari stasiun tersebut menayangkan materi pelajaran di sekolah, khsusnya enjelang Ujian. Jika di simak acar tersebut sangat membantu siswa dalam mengahadai Ujian Nasional, karena materi yang disampaiakan sesuai dengan Standar Komptetnsi Lulusan UN. sayang pada jam0jam tersebut tampaknya acara tersebut kalah pamor dengan acar gosip atau sinetron korea. Jika pandai memilih sebenarnya terdapat beberapa acara televisi dapat berfungsi sebagai penunjang dan pengayaan bagi pengetahuan yang ada di kelas. Dan sekali lagi Trans7 nampaknya salah satu stasiun yang konsen terdapat kebutuhan tersebut. Tengok saja acara Laptop si Unyi, Jejak Petualang, Petulangan Si Bolang, Perjanan Si Gundul, Asal Usul. Silakan pembaca nambah sendiri mbok ada yang saya lupa. Acara-acara tersebut benar-benar menunjang pelajaran yang ada di sekolah. Jujur saja sebagai pendidik saya sangat salut kepad Trans7 yang mampu mengemas pengetahuan sedemikian menariknya. Whaduh kok nyanjung-nynajung Trans7 nanti dikira Jubirnya. Maaf stasiun TV yang dapat di tangkap di daerah  saya terbatas, jadi mungkin ya itu tadi, Trans7 saya anggap terbaik terkait acara-cara menyangkut pengetahuan. Untuk pembaca,  monggo nambah sendiri acara bagus lain yang releavan dengan pengetahuan anak dari stasiun TV lain.

6.       Memberikan rasa sebagai bagian dari dunia 
Coba anda lihat para pecinta bola saat menonton tim kesayangannya bertanding saat piala dunia .Seolah pertandingan tersebut tidak terjadi di negara lain. Mereka tampak bersemangat memberi dukungan tidak peduli bahwa yang mereka dukung itu tidak tahu asal usul negar mereka. Dengan TV para penggila bola di berbagai negara merasa menjadi satu ndunia  yaitu dunia bola.
Demikian juga naka-anak, kan meraskan dirinya bagian dari dunia saat menonoton TV. Jika seorang naka dari Amerika bercerita tentang Mickey Mouse maka anak-anak Indonesia-pun akan meras nyambung.Ya, Mealui televisi anak dapat merasakan ketersambungan dengan negar bagian lain dari lingkungan sekitar di mana mereka tinggal. Kesinambungan di sisni bukan dalam bentuk fisik tetapi mental .

Kata kunci agar anak memperoleh manfaat dengan mengkonsumsi acar TV adalah adanya pendampingan orang tua. Perlu adanya kemauan dan kemampuan orang tua dalam mendampingi anak saat mengkonsumsi  TV. Sering orang tua melihat TV sebagai pengasuh anak. Saat orang tua sibuk, maka ketika melihat anak asik di depan TV orang tua merasa nyaman, yang penting tidak ribut. Tentu saja akibatnya hilang kontrol terhadap tayangan yang dilihatnya.
Orang tua harus tahu acara-acara yang bermanfaat bagi anak. Di sini orang tua juga dituntut untuk mau belajar karena pada saat mendampingi anak . Anak pasti akan banyak pertanyaan saya menonton TV  yang tentunya tidak semua bisa dijawab. Saya sendiri jika tidak bisa menjawab pertanyaan anak saya, secara jujur saya jawab tidak tahu.Dan selanjutnya saya berusaha mencari tahu dari sumber lain. Oh ya, anak saya saat ini senagn nonton bola akibatnya banyak pertanyaan terkait klub,pemian bola beserta pernak-perniknya.Padahal saya tidk begitu suka nonoton acara bola. Tentu saja saat ini memaksa saya harus rajin nonton pertandingan bola plus baca koran tentang bola. Paling tidak saya tidak kelihatan terlalu terbelakang penegtahuan tentang bola  di depan anak saya.
Bagaimana ?, ayo ambil remot dan   nyalakan TV ajak anak anda menonton acara yang bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan komentar di sini. Apabila komentar membutuhkan suatu jawaban, maka saya akan segera menjawabnya. Terima kasih.