Gadget

This content isn't available over encrypted connections yet.

Sunday, 1 November 2009

MALPRAKTIK DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Profesi yang saat ini banyak mendapat sorotan adalah guru. Hal ini terjadi setelah terealisasinya program sertifikasi guru yang dilaksanakan oleh pemerintah. Guru yang telah tersertifikasi saat ini sudah banyak yang telah menikmati tunjangan profesi, meskipun tidak sedikit guru yang tersertifikasi belum menikmati tunjangan tersebut. Dengan adanya program sertifikasi profesi guru tidak lagi di pandang sebelah mata.Profesi guru saat ini menjadi pilihan utama. Banyak siswa dengan kemampuan akademik tinggi menjadikan guru sebagai pilihan cita-citanya. Tampaknya dalam waktu dekat profesi guru akan setara dengan profesi dokter.
Seiring dengan meningkatnya kesejahteraan guru, maka tuntutan peningkatan profesional guru semakin mengemuka.Dari masyarakat tingkat bawah sampai dengan kalangan akademisi perguruan tinggi mulai mengkritisi kinerja guru. Bahkan masyarakat sekarang ini lebih berani mengungkapkan ketidakpuasan secara terbuka jika merasa dirugikan oleh tindakan guru. Kalangan praktisi pendidikan perguruan tinggi gencar melakuakan penelitian berkaitan dengan guru, dari tingkat kompetensi guru, kemampuan menulis, sampaikan dengan kualitas kinerja guru, terutama bagi guru yang sudah tersertifikasi. Tentunya hal ini seharusnya menjadikan guru untuk selalu melakukan instropeksi dan menigkatkan kualitas diri.
Malpraktik guru itulah istilah yang saat ini sering terdengar. Istilah malpraktek sendiri sebelumnya lebih ditujukan kepada profesi dokter. Namun seiring dengan perkembanagan waktu khususnya setelah bergulirnya program sertifikasi, istilah malpraktek mulai ditujukan kepada profesi guru.Menurut pengamat pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Prof.Dr.Said Hamid Hasan ( Suara Merdeka, Senin 19 Oktober 2009) menjelaskan tiga kategori tindakan malpraktek dalam dunia pendidikan.
Pertama, pelaksanaantugas oleh seseorang yang tidak sesuai dengan latar belakang yang dipersyaratkan oleh peratuatan tentang profesi guru..
Dalam katagori ini menurut belaiu banayak guru yang mengajar tidak sesuai dengan persyaratan yang seharusnya ketika yang bersangkutan diangka. Malpraktik dalam kategori ini bisa dilakuakn oleh pemerintah, yayasan, sekolah negeri ataupun swasta.
Kedua Malpraktik dalam dunia pendidikan terjadi ketika seseorang yang memang memiliki latar belakang pendidikan guru tetapi dia melakasnaakan tugas yang tidak sesuai dengan kualifikasinya.
Sedangkan kategori yang ketiga, guru memiliki kewengan sebgai guru tetapi melakukan tindakan profesi yang salah seperti bullying yaitu tindakan yang membuat seseorang merasa teraniaya, memberi penjelasan yang meneysatkan, dan melakukan diskriminasi terhadap peserta didik.
Wacana tentang malpraktik dalam dunia pendidikan tampaknya perlu segera direspon oleh pihak-pihak yang berkompeten, khususnya pemeritah. Hal ini penting agar tidak terjadi multitafsir terhadap kategori-kategori suatu tindakan masuk dalam kategori malpraktik atau bukan.Perlu dirancanang regulasi yang  berkaitan dengan hal tersebut baik berkaitan dengan kategori tindakan mapraktik maupun sanksinya. Adanya wacana ini diharapkan juga guru lebih profesional dalam menjalankan tugasnya.
Kedepan perekrutan guru harus dilakukan secara ketat, hal ini penting guna meminimalisasi adanya malparaktik oleh guru. Perguruan tinggi yang mencetak tenaga guru perlu secara ketat melakukan proses pematangan calon-calon guru, jangan asal-asalan dalam meluluskan calon guru tanpa memperhatikan sayarat-syarat dan kompetensi yang harus dimiliki sarjana sebelum menjadi guru.

Penulis sendiri melihat sisi positif dengan adanya wacana malpraktik dalam dunia pendidikan ini. Karena banyak pihak yang diuntungkan.Adapun pihak yang paling diuntungkan dengan adanya wacana ini adalah masyarakat sebagai pengguna jasa pendidikan. Masyarakat akan mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas . Bagi guru wacana ini diharapkan dapat sebagaai pendorong peningkatan profesionalisme dan kinerja, yang bermuara pada penigkatan kualitas pendidikan .

1 comment:

  1. Selamat Pak Agus... Blognya makin keren...unggahkan artikel menarik lainnya seputar pendidikan.
    Juga unggahkan kegiatan-kegiatan pemilik blog.

    ReplyDelete

Tinggalkan komentar di sini. Apabila komentar membutuhkan suatu jawaban, maka saya akan segera menjawabnya. Terima kasih.