Gadget

This content isn't available over encrypted connections yet.

Friday, 12 March 2010

GURU BUKAN SUPERMAN

Guru mempunyai peran yang sangat besar dalam pembentukkan karakter bangsa.Guru sebagai ujung tombak pendidikan mempunyai kesempatan untuk mengasah dan menumbuhkan karakter siswa. Dengan pengaruhnya guru diharapkan mampu membentuk karakter positif siswa. Siswa sebagai tunas-tunas bangsa yang berkarakter positif inilah yang diharapkan mampu membawa bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat.
Pendidikan adalah sarana yang dipercaya dan terbukti mampu membawa suatu bangsa pada kemajuan di segala bidang.Sumber alam yang melimpah,jumlah penduduk dan lamanya usia suatu bangsa tidak menjamin akan membawa bangsa tersebut pada kemajuan.Sejarah membuktikan bangsa yang mempunyai kemajuan pendidikan meskipun dengan sumber daya alam yang terbatas dan usia bangsa yang relatif belum lama mampu membawa kemajuan di berbagai bidang.Dan peran gurulah yang diharapkan mampu membawa pendidikan yang lebih berkualitas.
Begitu strategisnya peran guru dalam membawa suatu bangsa dalam mencapai kemajuan saat ini profesi guru mendapat perhatian khsusus dari pemerintah. Salah satu bentuk perhatian tersebut adalah peningkatan kesejahteraan dengan pemberian tunjangan profesi.Hal tersebut tentunya mempunyai konsekuensi peningkatan kinerja dan profesionalisme guru.
Tidak hanya pemerintah, masyarakatpun juga menaruh harapan terhadap besar kepada guru terhadap peningkatan kualitas pendidikan putra-putrinya. Bahkan pengaharapan tersebut kadang terlalu berlebih sehingga semua terkait dengan pendidikan siswa dipasrahkan terhadap guru.
Akibat dari ekspektasi yang berlebih terhadap guru, ketika anak didik melakukan kenakalan ,kejahatan  atau perilaku negatif lainhya guru selalu menjadi sasaran sumber kesalahan.Muncul berbagai macam pendapat negatif seperti, tentang kesalahan pola pengajaran guru, sistem mendidik guru yang salah, guru kurang profesional dan pendapat-pendapat negatif lainnya. Dalam hal ini guru sering dijadikan kambing hitam dan selalu terseret dalam lembah ketidakadilan. Masyarakat cenderung menganggap guru sebagai superman, profesi yang bisa segala-galanya termasuk mampu mengatasi segala problematika siswa yang begitu kompleks.
Sindrom Superman juga sering menjakiti kalangan guru.Tidak jarang guru merasa dirinya mampu menanggulangi semua problematika siswa. Di kelas guru sering merasa sebagai pemegang otoritas kebenaran, sehingga sering mengabaikan  kebenaran yang diajukan siswa. Ada guru yang merasa bersalah yang berkepanjangan saat gagal menghantarkan siswanya mencapai prsestasi yang diharapkan dimana rasa bersalah yang berkepanjangan ini mengakibatkan terganggunya kinerja sang guru. Sindrom Superman       juga berdampak negatif terhadap  siswa, karena guru merasa paling segalanya, muncul sikap arogan sang guru, yang berpotensi terjadinya malpraktik oleh guru.
Untuk menghindari kesan guru sebagai superman atau sindrom superman oleh guru perlu mendudukan profesi guru secara proporsional. Berkaitan dengan kenakalan atau kejahatan yang dilakukan siswa, perlu dilihat juga pengaruh yang ada dalam diri siswa, lingkungan dan keluarganya. Terlalu naif jika hanya aspek guru saja yang dilihat jika terjadi kenakalan siswa. Dalam hal ini guru hanya unsur di luar siswa yang berusaha mempengaruh siswa sehingga muncul potensi positif siswa. Pengaruh positif yang diberikan guru belum tentu diterima siswa, karena siswa mempunyai hak untuk menetukan pilihan jalan hidup yang ditempuhnya. Bagi guru harus menyadari ada batas-batas kemampuan guru saat mendidik siswa, tidak semua masalah siswa bisa terpecahkan di sekolah bahkan mungkin perlu pihak-pihak lain yang lebih berkompeten saat menangani siswa bermasalah. Di samping itu perlu kesadaran bahwa guru juga manusia biasa yang memungkinkan untuk berbuat kesalahan, karena itu kebenaran bisa datang dari siapa saja bahkan dari anak didiknya.
Alasan guru bukan superman atau guru adalah manusia biasa jangan dijadikan dalih untuk menghindar dari  tanggung jawab yang lebih besar berkaitan dengan kenakalan atau kejahatan yang dilakukan oleh siswa yang saat ini cukup marak. Para guru hendaknya lebih berani mengambil peran yang lebih besar dalam menangani kenakalan atau kejahatan yang dilakukan peserta didiknya.Guru harus selalu berusaha memberikan yang tebaik bagi anak didiknya. Kepuasaan seorang guru adalah ketika mampu menghantarkna anak didiknya menjadi manusia yang mandiri dan berguna bagi orang-orang yang disekitarnya.

1 comment:

  1. BanyumasNews.com15 March 2010 at 02:46

    tulisan yang bagus.. guru memang hrs ditempatkan pada proporsinya.. Selamat buat para guru Indonesia. Untuk berita lokal Barleingmascakeb, kini ada portal http://www.banyumasnews.com

    ReplyDelete

Tinggalkan komentar di sini. Apabila komentar membutuhkan suatu jawaban, maka saya akan segera menjawabnya. Terima kasih.